KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Wisata Pemkab Kerinci Terpuruk, Pengunjung Beralih ke Swasta

Wisata Pemkab Kerinci Terpuruk, Pengunjung Beralih ke Swasta

Wisata Pemkab Kerinci Terpuruk, Pengunjung Beralih ke Swasta-Ist-

KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Sejumlah objek wisata milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Kondisi fasilitas yang dinilai tidak terawat, ditambah keluhan soal tarif masuk dan parkir, memicu kritik terbuka dari warga dan pengunjung.

Salah satu destinasi yang disorot adalah Air Terjun Telun Berasap. Objek wisata unggulan ini disebut mengalami penurunan kualitas setelah terdampak longsor dan pohon tumbang. Hingga kini, sejumlah fasilitas penting seperti pondok bersantai dan spot foto belum juga diperbaiki.

BACA JUGA:Lagi, Iran Izinkan 20 Kapal Pakistan Lintasi Selat Hormuz

“Dulu ada tempat untuk menikmati pemandangan dan berfoto, sekarang sudah tidak ada lagi. Sampai sekarang belum diperbaiki,” ujar Doni, salah seorang pengunjung.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Danau Kerinci, khususnya di area dermaga. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini disebut semakin sepi pengunjung. Salah satu penyebabnya adalah isu tarif parkir dan tiket masuk yang kerap dikeluhkan dan berulang kali viral di media sosial.

BACA JUGA:Inni Dawet Jaga Kuliner Tradisional, Manfaatkan LinkUMKM BRI untuk Terus Berkembang

“Tarifnya sering dikeluhkan mahal, tapi fasilitasnya tidak ada perubahan. Itu-itu saja,” kata warga setempat.

Keluhan tidak hanya datang dari masyarakat lokal. Wisatawan dari luar daerah kini mulai beralih ke destinasi lain yang dinilai lebih nyaman dan terjangkau. Kebun teh, objek wisata milik pribadi, hingga yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi alternatif pilihan.

Faktor utama perpindahan ini bukan sekadar harga, tetapi juga kualitas fasilitas yang dianggap lebih terawat dan sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

Kondisi tersebut menjadi sinyal kuat bahwa daya saing wisata milik Pemkab Kerinci mulai menurun. Tanpa pembenahan serius, bukan tidak mungkin objek wisata daerah akan semakin ditinggalkan.

Fenomena ini semakin terlihat saat libur Lebaran 2026. Lonjakan kunjungan wisata memang terjadi di Kabupaten Kerinci, namun arus wisatawan justru didominasi ke destinasi yang dikelola pihak swasta dan BUMDes, sementara objek wisata milik pemerintah daerah tampak sepi peminat.

Sejumlah lokasi wisata berbasis swasta dipadati pengunjung sejak awal masa liburan. Beragam konsep kekinian seperti taman rekreasi keluarga, spot foto estetik, hingga wahana hiburan menjadi daya tarik utama.

Pengelola swasta dinilai lebih adaptif dalam menghadirkan inovasi, meningkatkan fasilitas, serta aktif memanfaatkan promosi digital. Sebaliknya, destinasi milik pemerintah seperti Danau Kerinci, Air Panas Semurup, dan Air Terjun Telun Berasap masih menghadapi berbagai tantangan.

Salah seorang pengunjung, Arni, mengaku sempat mengunjungi objek wisata milik pemerintah, namun tidak bertahan lama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait