Rekonstruksi Ungkap Dugaan Pembunuhan Berencana Lansia di Sabak Timur
Rekonstruksi Ungkap Dugaan Pembunuhan Berencana Lansia di Sabak Timur-Ist-
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap seorang lanjut usia berinisial L.B. (70) yang digelar Polres Tanjabtim mengungkap fakta-fakta baru yang menguatkan dugaan pembunuhan berencana. Rekonstruksi berlangsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kebun kelapa Desa Siau Dalam, Kecamatan Muara Sabak Timur, Selasa (27/1) siang.
BACA JUGA:Sungai Penuh dan Kota Jambi Jajaki Kerjasama
Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka J.M. alias Jumadi bin Umereng memperagakan sedikitnya 19 adegan yang menggambarkan secara rinci rangkaian peristiwa penganiayaan hingga korban meninggal dunia. Rekonstruksi dihadiri penyidik Satreskrim Polres Tanjabtim, Jaksa Penuntut Umum (JPU), penasihat hukum tersangka, serta disaksikan aparat kepolisian setempat.
BACA JUGA:Lima Puskesmas di Sungai Penuh Sudah Terima Pasien Rawat Inap.. Berikut Puskesmasnya..
Kasat Reskrim Polres Tanjabtim AKP Ahmad Soekani Daulay, didampingi Kapolsek Muara Sabak Timur AKP Candra Adinata, mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk mencocokkan keterangan tersangka dengan fakta-fakta hasil penyidikan.
"Rekonstruksi ini bertujuan untuk memperjelas rangkaian peristiwa pidana. Dari hasil penyelidikan, penyidikan, hingga rekonstruksi, peran tersangka sudah tergambar jelas dan mengarah pada dugaan pembunuhan berencana," ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini penyidik masih merampungkan pemberkasan perkara dan terus berkoordinasi intensif dengan Jaksa Penuntut Umum guna percepatan pelimpahan berkas perkara atau P21.
Pantauan di lapangan, sejumlah adegan yang diperagakan tersangka tergolong sadis. Tersangka memperagakan adegan memukul kepala korban menggunakan pelepah kelapa. Tak berhenti di situ, tersangka kemudian menusuk leher korban dengan tombak kelapa berbahan besi hingga mengenai bagian belakang kepala.
Dalam beberapa adegan lanjutan, tersangka kembali memukul korban setelah melihat korban masih bergerak meski telah terjatuh ke tanah. Rangkaian adegan tersebut memperlihatkan adanya jeda waktu dan tindakan berulang yang menguatkan dugaan unsur perencanaan dalam peristiwa tersebut.(lan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



