DISWAY BARU

Aktivitas Gunung Api Kerinci Meningkat, Status Tetap Waspada Level II

Aktivitas Gunung Api Kerinci Meningkat, Status Tetap Waspada Level II

Aktivitas Gunung Api Kerinci Meningkat, Status Tetap Waspada Level II-Ist-

KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Aktivitas Gunung Api Kerinci mengalami peningkatan berdasarkan laporan MAGMA-VAR Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) untuk periode pengamatan Minggu, 4 Januari 2026, pukul 00.00–24.00 WIB. 

Meski demikian, gunung tertinggi di Sumatera tersebut masih berada pada Status Level II (Waspada).

BACA JUGA:Jambi Sunset Festival Dipenuhi UMKM, Al Haris: Bukti Nyata Pemerintah Dorong Ekonomi Masyarakat

PVMBG mencatat terjadinya peningkatan signifikan pada aktivitas kegempaan. Sepanjang periode pengamatan, terekam ratusan kejadian gempa, yang didominasi oleh gempa vulkanik dangkal sebanyak 143 kejadian. Selain itu, juga tercatat gempa hembusan, gempa low frekuensi, hybrid, vulkanik dalam, tektonik lokal, tektonik jauh, serta satu gempa terasa dengan intensitas II MMI.

BACA JUGA:Coreng Wajah Kota Jambi, Tumpukan Sampah Menghiasi Pemandangan di Kota Jambi

Hasil pengamatan visual menunjukkan Gunung Kerinci tampak jelas hingga tertutup kabut tipis. Asap kawah berwarna putih teramati keluar dengan tekanan lemah, intensitas tipis, dan tinggi sekitar 100 meter di atas puncak kawah.

Kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur laut. Suhu udara berkisar antara 15–25 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan 54–91 persen.

Penyusun laporan Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci, Riezqo Denawa Soprach, menjelaskan bahwa data seismik analog dan digital menunjukkan adanya peningkatan aktivitas kegempaan, meskipun pencatatan masih disertai noise pada alat pemantau.

Wisatawan Dilarang Beraktivitas dalam Radius 3 Km seiring dengan kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif Gunung Kerinci atau Kawasan Rawan Bencana (KRB) III. Aktivitas pendakian menuju puncak, khususnya ke kawah, sementara waktu tidak diperbolehkan.

Selain itu, jalur penerbangan di sekitar Gunung Kerinci juga diimbau untuk dihindari, mengingat masih adanya potensi letusan abu yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan.

Berdasarkan informasi dari pihak geologi Gunung Api Kerinci, calon pendaki diminta untuk mematuhi seluruh imbauan dengan tidak memasuki zona merah dan maksimal hanya sampai Shelter I.

Kepala Resort Gunung Kerinci, Eko Supriyatno, mengimbau pendaki yang sudah terlanjur berada di jalur pendakian agar tidak mendekati kawah serta menggunakan porter yang berpengalaman.

"Sambil menunggu perkembangan kondisi dan informasi resmi selanjutnya dari Pos Pengamatan Gunung Api Kerinci," ujarnya.(Hdp)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: