MITSUBISHI JANUARI 2026

BKSDA Jambi edukasi Dinas Damkar pola penyelamatan tumbuhan dan satwa

BKSDA Jambi edukasi Dinas Damkar pola penyelamatan tumbuhan dan satwa

BKSDA Jambi edukasi Dinas Damkar pola penyelamatan tumbuhan dan satwa/Foto:ANTARA-Ist-

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID -Balai Konservasi Sumber Daya (BKSDA) Provinsi Jambi mengedukasi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) di kabupaten/kota se Provinsi Jambi tentang pemahaman pola penyelamatan tumbuhan dan satwa liar bagi petugas penyelamatan (rescue) di instansi itu.

BACA JUGA:Kaleidoskop Kinerja Bank Jambi 2025

"Dalam konteks Rescue, selain penyelamatan manusia, petugas juga memiliki tanggung jawab dalam hal penyelamatan satwa liar, termasuk akan dikemanakan satwa liar setelah dilakukan mitigasi," kata Kepala BKSDA Jambi, Agung Nugroho di Jambi, Selasa, dikutip dari antara. 

BACA JUGA:Kasirul Fadli Raih Gelar Doktor Ekonomi FEB-UNJA

Agung menyampaikan, interaksi negatif manusia-satwa liar, harus dilakukan mitigasi sesuai dengan situasi dan kondisi, sehingga sebagai tim Rescue dapat mengambil tindakan yang pas sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), tidak mengorbankan manusia dan sedapat mungkin juga tidak mengorbankan satwa liar.

Atas situasi dan kondisi tersebut, perlu sinergitas Balai KSDA Jambi bersama Dinas Damkar dan penyelamatan yang ada di Provinsi Jambi dalam memitigasi interaksi negatif serta penyelamatan satwa liar.

Lanjut dia, kejadian interaksi negatif manusia dan satwa liar di Provinsi Jambi cukup bervariasi. Artinya kejadian interaksi negatif tidak mengenal tempat dan waktu, serta ragam jenis interaksi negatif manusia dan satwa liar yang terjadi, demikian juga dalam proses penanganannya.

Ia menekankan, sosialisasi bersama petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan sangat penting, guna mendapatkan informasi terkait hal-hal yang berhubungan dengan mitigasi dan penyelamatan satwa liar.

Termasuk mengetahui jenis satwa yang dilindungi ataupun tidak, kebijakan peraturan perundang-undangannya serta alur mitigasi interaksi negatif manusia-satwa liar serta bagaimana penanganan lanjutan satwa liar hasil interaksi negatif tersebut.

"Pertemuan ini sebagai forum kolaborasi yang produktif dan bermanfaat untuk kita semua," tutup Agung.(ant)

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: