DISWAY BARU

H M Syukur Tegaskan Dinas Pertanian Harus Berfikir Bisnis

H M Syukur Tegaskan Dinas Pertanian Harus Berfikir Bisnis

H M Syukur Tegaskan Dinas Pertanian Harus Berfikir Bisnis--

BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (Pertanian) Merangin, harus berfikir bisnis. Dinas yang menjadi skala prioritas tersebut, harus menghasilkan dan tidak bisa bergantung kepada masyarakat dan kelompok tani.

BACA JUGA:Bupati H M Syukur Pastikan Bantuan Ponpes Tetap Bergulir

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Bupati Merangin H M Syukur, ketika bersilaturahmi dan berdialog audensi bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Merangin, di Aula kantor dinas tersebut, Rabu (15/10).

BACA JUGA:Sekda A. Ridwan Ajak Warga Perkuat Kewaspadaan Radikalisme, Dorong Sosialisasi Hingga RT dan Kampus

‘’Selama ini Dinas Pertanian selalu menyalahkan kelompok tani atau masyarakat, jika program yang dijalankan tidak berhasil. Ini tidak adil dan harus instrospeksi diri, penyuluh yang jumlahnya lebih dari 200 orang terkadang tidak terlihat di lapangan,’’ujar Bupati.

BACA JUGA:Pemkot Jambi Tambah Angkot Listrik, Ajak Masyarakat Beralih ke Angkutan Umum

Belum lagi bantuan yang tidak sampai atau hal-hal lainnya. Untuk itu Dinas Pertanian harus bekerja keras, sehingga bisa menjadi dinas yang berperan dalam menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

BACA JUGA:Perawat Tersangka Pelaku Salah Sunat di Kayu Aro Ditahan

 ‘’Dinas Pertanian itu, lahan ada, bibit ada, sumber daya manusianya ada, tinggal marketing. Melalui persatuan dan semangat yang tinggi, saya yakin apa yang diinginkan bisa berhasil,’’terang Bupati.

Pertanian tegas bupati, menjadi skala prioritas program kerja pasangan bupati Merangin H M Syukur-H A Khafidh. Ada atau tidak ada anggarannya, pertanian prioritas utama yang harus perperan.

BACA JUGA:Viral! Kepala SMAN 4 Tanjabtim Ucap Kalimat Diduga Merendahkan Guru PPPK di Depan Siswa

Dinas Pertanian harus bisa menjadi contoh, harus punya tanggungjawab. Lahan yang dimiliki Dinas Pertanian dulu mencapai hampir 70 hektar, lahan itu tidak dimanfaatkan setelah dicek tinggal 40 hektar.

Lahan seluas 40 hektar itu pinta bupati, prioritaskan untuk tanam Jagung dan itu harus berhasil. Bayangkan jika Dinas Pertanan tanam jagung, ini gurunya semua pegawainya harus punya semangat untuk bangkit.

BACA JUGA:UNJA dan UNPAD Resmi Jalin Kemitraan untuk Pengembangan Pendidikan Kedokteran Spesialis

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: