Madrasah Diniyah Terancam Tutup di Tanjabtim, Jika SD Terapkan Full Day School
Salah satu sekolah madrasah di Kecamatan Mendahara Ulu dengan puluhan siswanya--
MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID– Wacana penerapan program Full Day School (FDS) di tingkat Sekolah Dasar (SD) memunculkan kekhawatiran baru bagi dunia pendidikan keagamaan di Kabupaten Tanjabtim.
Pasalnya, jika kebijakan tersebut benar-benar diberlakukan, keberlangsungan kegiatan belajar di Madrasah Diniyah (Madin) terancam terhenti.
BACA JUGA:Perkuat Semangat Produktivitas, Region Head PTPN IV Regional 4 Kunker Ke Kebun Rimsa dan Rimdu
Madrasah Diniyah selama ini menjadi lembaga pendidikan non formal yang berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak sekolah dasar.
Kegiatan belajar mengajar Madin umumnya dilaksanakan setiap sore, mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB, setelah para siswa pulang dari sekolah umum. Namun, dengan adanya program Full Day School, jam pulang siswa diperkirakan mundur hingga sekitar 15.30 WIB, sehingga waktu untuk mengikuti Madin menjadi sangat terbatas.
BACA JUGA:Tampil Memukau, Kafilah Jambi Meriahkan Pawai Ta’aruf STQH Nasional Ke-28 di Kendari
Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tanjabtim, Aspendri, mengungkapkan bahwa kondisi tersebut dikhawatirkan akan menghapus ruang bagi anak-anak untuk memperdalam ilmu agama di luar sekolah formal.
Kalau Full Day School diterapkan untuk SD, anak-anak tidak punya waktu lagi untuk belajar agama atau mengaji di sore hari. Ini tentu sangat memprihatinkan," ujarnya.
BACA JUGA:JAMBI DAN DILEMA KEKAYAAN ALAM: Ketika Potensi Besar Tidak Sejalan dengan Fiskal Daerah
Aspendri menegaskan, program Full Day School sebaiknya difokuskan untuk jenjang pendidikan SMP dan SMA, bukan untuk SD. Alasannya, mayoritas siswa Madrasah Diniyah adalah anak-anak usia sekolah dasar yang masih memerlukan pembinaan karakter dan pengetahuan agama secara mendasar.
BACA JUGA:Menggema! Rindu Shin Tae yong dan Seruan Kluivert Out
"Boleh saja Full Day School diterapkan, tapi kalau bisa hanya untuk jenjang SMP ke atas. Anak SD masih perlu ruang untuk belajar agama di luar sekolah," tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Madrasah Diniyah merupakan lembaga pendidikan yang lahir dari partisipasi masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



