Artefak Rasulullah Dipamerkan di Festival Al Azhom Kota Tangerang

Artefak Rasulullah Dipamerkan di Festival Al Azhom Kota Tangerang

Pamran artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW, di Cinere, Depok, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. ANTARA/HO-DPD.--

TANGGERANG, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Sejumlah artefak atau benda-benda arkeolog yang diyakini merupakan peninggalan Rasulullah SAW akan dipamerkan dalam Festival Al Azhom Kota Tangerang tahun 2022.

 

Gelaran festival tahunan yang sempat vakum 2 tahun tersebut, dilakanakan pada 23 September hingga 5 Oktober 2022 mendatang.

 

Ketua panitia pelaksana, Abdul Basit mengatakan, kehadiran pameran artefak Rasulullah ini sangat ditunggu khususnya oleh umat Islam di Kota Tangerang.

 

Basit menjelaskan, puluhan artefak tersebut saat ini berada di wilayah Cinere, Depok, Jawa Barat.

 

Benda-benda peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabatnya itu yang didatangkan dari Galeri Warisan Museum Artefak Rasulullah yang berada di Negara Malaysia.

 

Artefak tersebut hasil penelitian almarhum Prof DR H Abdul Manan Embong.

 

Dikatakan Basit, almarhum Abdul Manan Embong seorang ahli arkeologi yang meneliti dan mengumpulkan benda-benda Rasulullah.

 

Benda-benda artefak itu diperoleh dari berbagai negara, di antaranya Arab Saudi, Yordania, Turki, hingga Suriah.

 

“Semuanya ada sekitar ada 72 item benda artefak, makanya mumpung ada di Indonesia bakal kita hadirkan di Kota Tangerang untuk masyarakat,” kata Basit.

 

Benda-benda artefak tersebut, ungkap Basit, telah teruji keasliannya dan mendapat sertifikat internasional seperti Saudi Commision for Tourism and Antiquities.

 

Tim Yayasan Artefak Rasulullah itu sudah melakukan survei lokasi yang bakal memamerkan benda-benda peninggalan Nabi Muhammad SAW tersebut, yaitu Aula Kantor MUI Kota Tangerang.

 

“Kita sudah mendapatkan ACC (disetujui) bahwa ruangan yang kita sediakan sangat layak,” ujarnya.

 

Basit menguraikan, pihaknya akan menyuguhkan benda-benda peninggalan Nabi Muhammad SAW seperti rambut, janggut, sorban, tongkat, baju perang, hingga sandal tapak kaki tersaji di galeri ini.

 

Selain benda-benda peninggalan Nabi Muhammad, terdapat artefak sahabat Rasul seperti pedang salah seorang panglima perang, Khalid bin Walid atau kunci Ka’bah dan batu dinding Ka’bah saat Kerajaan Turki Utsmani yang dapat dilihat pengunjung.

 

“Mudah-mudahan aula MUI bisa menyuguhkan semua benda-benda artefak itu semua. Kalau kita liat cukup sih,” imbuhnya.

 

Dia memaparkan, pihaknya menghadirkan pameran artefak peninggalan Nabi Muhammad dan para sahabatnya itu masih mencari donatur yang dapat menyeponsori pameran tersebut.

 

Untuk mendatangkan benda artefak peninggalan Rasulullah itu biayanya sekitar 250 juta hingga 300 juta.

 

Pihak Yayasan Artefak yang ada di wilayah Depok tersebut mendatangkan Benda-benda artefak itu menelan biaya miliaran rupiah dengan tempo waktu yang sudah ditetapkan.

 

“Makanya mumpung masih ada di Indonesia kita hadirkan di Kota Tangerang dalam bagian Festival Al Azhom ke-9 nanti,” tandasnya.

 

Dia menyebutkan, pihaknya menyuguhkan pameran benda-benda artefak peninggalan Rasulullah dan para sahabatnya itu diluar anggaran APBD Pemkot Tangerang.

 

“Pameran ini murni tidak dibiayai oleh Pemkot Tangerang, makanya kita cari donatur,” tapi Insya Allah pasti ada dan pasti kita selenggarakan,” sebutnya.

 

Basit menuturkan, pameran artefak peninggalan Rasulullah dan para sahabatnya ini bakal digelar di aula MUI Kota Tangerang selama 10 hari.

 

Pihaknya menyuguhkan untuk masyarakat Kota Tangerang tidak memungut biaya alias gratis.

 

“Nanti waktunya apakah di 10 hari awal gelaran festival Al Azhom atau di 10 hari terakhirnya. Dan kita tidak memungut biaya alias gratis bagi para pengunjung,” terangnya.

 

Pihaknya juga akan mengatur waktu pengunjung agar tidak terjadi penumpukan. Selain itu, pihaknya bersama pihak yayasan artefak sudah melakukan koordinasi melibatkan pihak Satpol PP Kota Tangerang dan pihak kepolisian serta TNI serta pihak yayasan artefak.

 

Benda-benda Artefak tersebut di Indonesia memiliki batasan waktu. Oleh karenanya, kata Basit, dalam gelaran festival Al Azhom ke-9 kali ini pihaknya menghadirkan pameran benda artefak tersebut ingin menyuguhkan yang terbaik untuk masyarakat khususnya umat Islam di Kota Tangerang sekaligus syiar Islam.

 

Dengan melihat dan mengetahui lebih dekat benda pribadi Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya menjadi spirit dan motivasi untuk selalu meneladani sisi kehidupan nabi.

 

“Dengan melihat dan mengetahui lebih dekat peninggalan Nabi Muhammad SAW dan benda peninggalan para sahabat sebagai pejuang Islam kita bisa melihat gambaran kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya dalam memperjuangkan Islam itu,” pungkasnya.

 

Dia berharap steakholder dan elemen masyarakat dapat menyukseskan pameran artefak peninggalan Rasulullah.

 

“Kita hadirkan pameran ini sebagai syira Islam dan spirit serta motivasi untuk semua dalam perilaku kehidupan sehari-hari agar selalu mengikuti apa yang dilakukan teladan dan panutan kaum muslim yaitu Rasulullah,” jelasnya.(disway)


Sumber: