Perkuat Silaturahmi Pasca Lebaran, FTK Gelar Halal Bi Halal

Perkuat Silaturahmi Pasca Lebaran, FTK Gelar Halal Bi Halal

Dekan FTK , Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd--

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Setelah dua tahun dihadang pandemi Covid-19, kemeriahan silaturahmi saat Hari Raya Idul Fitri kembali terasa tahun ini. Keluarga besar FTK UIN Jambi berbahagia karena bisa berkumpul bersama di rumah Dekan FTK , Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd dalam rangka silaturahmi dan saling maaf – memaafkan, Selasa (11/5).

Foto Bersama dalam kegiatan Halal bi Halal FTK

Kegiatan silaturahmi ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sambutan tuan rumah dalam hal ini Dekan FTK. Dalam sambutannya dekan mengucapkan selamat hari raya idul fitri 1443 H, minal aizin wal fa izin mohon maaf lahir dan bathin. Semoga puasa ramadhan sebulan penuh kita laksanakan diterima oleh Allah SWT dan kita kembali bersih, suci seperti pakaian baru tanpa noda.

 

“Moment ini sangat membahagiakan bagi kita semua terutama diri saya pribadi, karena ditengah kita hadir para Professor, Dosen senior, DTBLU, DTBPNS, dosen CPNS, Staff, Security, cleaning services  FTK UIN Jambi dalam acara silaturahmi keluarga besar FTK setelah libur panjang lebaran dan kesempatan ini digunakan untuk saling maaf-memaafkan diantara kita,”Ucap Dr. Hj. Fadlilah, M.Pd.

Kebersamaan civitas akademika FTK UIN STS Jambi

Kehiatan juga diisi dengan tausiah yang disampaikan Prof. Dr. Lias Hasibuan, MA, dijelaskannya Islam memiliki ajaran yang membentangkan dua bentuk hubungan harmonis yang akan membawa kemuliaan dan keselamatan manusia di sisi Allah subhanahu wata’ala, yaitu Tata hubungan yang mengatur antara manusia dengan Tuhannya dalam hal ibadah (ubudiyah) atau yang populer dikatakan dengan hablum minallah dan yang kedua, tata hubungan yang mengatur antara manusia dengan makhluk yang lainnya dalam wujud amaliyah sosial.

 

Dalam surah An-Nisa ayat ke 36 yang artinya “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, Ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri.”

 

“Ayat tersebut mengandung dua bentuk akhlak, yaitu akhlak kepada Allah (hablum minallah) yang ditunjukkan dengan perintah agar kita menjalin hubungan baik kepada Allah dengan cara tidak menyekutukan-Nya dengan yang lain. Dan akhlak terhadap sesama manusia (hablum minannas) yang ditunjukkan dengan perintah berbuat baik kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, orang yang dalam perjalanan dan hamba sahaya,” jelas Prof. Lias Hasibuan, MA. (uci)

Sumber: