Hujan Buatan Rp 3,28 Miliar untuk PON

Hujan Buatan Rp 3,28 Miliar untuk PON

JAKARTA - Protes negara tetangga atas \"impor\" asap dari kebakaran hutan di Sumatera langsung ditanggapi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), kemarin kedua instansi itu langsung membuat operasi hujan buatan. Total ada tiga provinsi yang diguyur air.

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho ketiga wilayah itu adalah Riau, Jambi dan Kalimantan Tengah. Meski diakuinya operasi tersebut belum menyeluruh karena satelit NOAA mendeteksi titik hotsopot ada dibeberapa tempat. \"Ada di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, hingga Kalimantan Selatan,\" ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, Riau dipilih karena ada kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) diwilayah tersebut. Itulah kenapa, di Riau beberapa hari ini merasakan air hujan buatan. Untuk mendukung aksi tersebut, Sutopo menjelaskan telah mengoperasikan dua helicopter pembaya air.

Total masa operasi di Riau adalah 20 hari dan dimulai sejak 12 Agustus lalu. Menurutnya, dana untuk membuat bom air itu cukup besar. Mencapai Rp 3,28 miliar selama 20 hari kerja. \"Itu kami lakukan untuk mendukung pelaksanaan PON di Riau,\" imbuhnya.

Tidak jauh dari Riau, BNPB juga mulai melakukan operasi pembasahan di Jambi. Sejak 7 September, satu pesawat Cassa 212-200 dari TNI AD mulai melakukan tugasnya untuk membuat hujan buatan. Masa operasi dikatakannya lebih panjang dari Riau yakni 30 hari.

\"Di Jambi, dana hujan buatan di Jambi kami alokasikan Rp 3,42 milyar,\" terangnya. Nah, untuk Kalimantan Tengah operasi dilakukan sejak 27 Agustus lalu. Sama dengan Jambi, operasi dibantu oleh satu pesawat Cassa 212-200 dari Skuadron 4 TNI AU Abdulrahman Saleh.

      Operasi di Kalteng merupakan yang paling banyak menyedot anggaran BNPB. Totalnya mencapai Rp 9,18 milyar untuk membuat wilayah hutan menjadi basah dan tidak menimbulkan api. Kalau seluruhnya ditotal, berarti Rp 15,88 miliar dari pos dana siap pakai BNPB telah berubah menjadi air.

      Tentu saja pengeluaran bakal terus membengkak. Apalagi, Sutopo mengakui kalau di Indonesia saat ini ada 22.730 titik hotspot. Diperkirakan oleh Kementerian kehutanan, daerah yang rawan terbakar di 2012 mencapai 30.150 titik. \"Puncaknya, muncul pada Agustus dan September,\" urainya.

      Namun, konsentrasi BNPB harus terpecah. Sebab, kemarin putting beliung kembali mengamuk dan menerjang 631 rumah di Lebak dan Bogor. Menurutnya, putting beliun muncul disaat kemarau karena faktor cuaca lokal yang memancing cuaca ekstrem. Beruntung, puting beliung di dua wilayah itu tidak membawa korban jiwa.

(dim)

Sumber: