Foke dan Jokowi Kembali Ngantor

Foke dan Jokowi Kembali Ngantor

MASA tenang hari pertama pemilihan gubernur DKI Jakarta dimanfaatkan dua calon gubernur untuk kembali beraktivitas di tempat kerjanya. Gubernur incumbent DKI Jakarta Fauzi Bowo kembali melakukan aktivitas harian, salah satunya melakukan koordinasi lanjutan terkait proyek Mass Rapid Transit (MRT).

  Dalam keterangan pers yang berlangsung di Balai Kota Jakarta, Foke menyatakan bahwa proyek MRT sudah memasuki pengumuman tender. Jika tidak ada halangan, rencananya hari ini (18/9) akan diumumkan pemenang tender proyek senilai Rp 16 triliun itu.  \"Besok akan diumumkan di Balai Kota. Mudah-mudahan jam dua siang,\" ujarnya kepada wartawan.

  Menurut Foke, proyek MRT ini akan mengerjakan 13 stasiun yang terbentang di titik-titik lokasi yang sudah direncanakan. Proyek ini menurut dia tidak akan berjalan jika bantuan dari Jepang tidak datang. Foke memberi janji jika proyek MRT akan dinikmati warga Jakarta dalam empat atau lima tahun mendatang. \"Saya yakin kan selesai pada 2016 atau awal 2017,\" ujarnya.

  Selain menyampaikan perkembangan MRT, Foke kemarin bertemu duta besar Jepang untuk Indonesia Kazuri Kobayashi. Pertemuan Foke dengan Kazuri adalah membicarakan gelaran Festival Jakarta-Jepang Matsuri. Pada sore harinya, Foke melakukan peletakan batu pertama pembangunan gapura China Town Muara Karang di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara.

  Bagaimana dengan Joko Widodo? Walikota Solo itupun kembali bekerja di tengah-tengah warga Solo. Pada pagi hari, pria yang akrab disapa Jokowi sudah tiba di Lodjie Gandrung, untuk mengecek berkas-berkas yang menunggu di meja kerjanya.

  Pada malam harinya, Jokowi bersantai dengan berpartisipasi mengikuti olahraga Futsal di Sriwedari. Jokowi yang memperkuat tim Paragon bertanding dengan tim Siwo PWI Solo. Jokowi sempat mencetak satu gol dalam pertandingan eksebisi tersebut.

  Sementara itu, tim advokasi Jakarta Bersatu pendukung pasangan Jokowi \" Basuki Tjahaja Purnama merencanakan akan melaporkan dugaan pelanggaran kampanye ke Panwaslu DKI. Koordinator Advokasi Jakarta Baru Habiburokhman menyatakan, gugatan itu akan dilayangkan hari ini. \"Kami akan melaporkan politik uang, kampanye di hari tenang, dan penyebaran selebaran gelap,\" ujarnya dalam keterangan resminya kepada Jawa Pos.

  Dugaan politik uang itu dibagi tiga. Menurut Habib, ada dugaan pembagian Jamkesda untuk mengarahkan warga memilih pasangan calon di daerah Matraman, Jakarta Pusat. Kedua, pembagian barang-barang atau uang di rumah susun Tanah Abang pada 15 September, Pasar Perumnas Klender pada 14 September, dan di Petak Sembilan pada 16 September lalu.

  Ketiga, telah terjadi pembagian barang dengan mekanisme door prize di kelurahan Jati Pulo, Palmerah. \"Ketiga bentuk politik uang itu adalah pelanggaran UU Pemda,\" ujarnya.

  Terkait dugaan kampanye hari tenang, tim Jakarta Bersatu menemukan spanduk bertuliskan \"Mari Bersatu membangun Jakarta yang Modern, Aman, Sejahtera, dan Berbudaya\" di kawasan Johar Baru dan Cempaka Putih. \"Spanduk lain dengan bunyi lain juga kami temukan di kawasan Senen,\" sebut Habib.

  Terkait selebaran gelap, tim Jakarta Bersatu menemukan selebaran berjudul \"Rakyat Menggugat\" di Duri Kepa, Jakarta Barat. Isi selebaran itu berisi hasutan dan fitnah yang berpotensi memecah belah warga Jakarta.

  \"Kawasan Duri Kepa pada putaran I lalu merupakan basis pendukung Jokowi-Ahok dengan suara lebih dari 50 persen,\" sebutnya. Habib menyebut, seluruh alat bukti itu juga akan disampaikan dalam laporan kepada Panwaslu.

(bay/nw)

Sumber: