Audiensi Guru-Kemendikbud Tegang

Audiensi Guru-Kemendikbud Tegang

JAKARTA - Audiensi soal kelemahan pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) antara Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kemarin berlangsung tegang. Ketegangan memuncak setelah perwakilan guru mengeluarkan sejumlah sanggahan terhadap pernyataan pihak Kemendikbud.

 Dalam audiensi ini, pihak Kemendikbud diwakili oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan-Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP). Lembaga ini memang yang menangani secara teknis pelaksanaan UKG. Kepala BPSDMPK-PMP Syawal Gultom langsung pasang badan ketika sejumlah guru menyampaikan laporan masalah-masalah yang terjadi selama pelaksanaan UKG gelombang II.

 \"Jangan mendeskriditkan kami (Kemendikbud, red) dengan masalah-masalah itu. Oke masalah-masalah itu memang ada dan kami janji akan memperbaikinya,\" ucap Syawal. Dia juga meminta supaya gugatan hukum pelaksanaan UKG yang sudah dilayangkan ke Mahkamah Agung (MA) untuk tidak dipersoalkan lagi.

 Syawal berkali-kali memotong penjelasan dari pihak guru soal legalitas atau dasar hukum pelaksanaan UKG. Mantan rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) itu mengatakan, legalitas UKG sudah komplit. \"Tujuannya juga baik. Yaitu untuk mengetahui kompetensi guru seperti apa, sehingga nanti saat pembinaan tahun depan bisa dijadikan dasar,\" ujarnya.

 Dia menegaskan jika memang tidak bisa ikut menyelesaikan masalah, jangan malah menciptakan masalah baru. Syawal mengatakan siap menerima dan menindaklanjuti sejumlah butir tuntutan yang disampaikan FSGI. Diantaranya adalah meningkatkan kualitas tim penyusun soal UKG. Selain itu Syawal juga siap mengevaluasi mutu soal yang diujikan.

 Namun ada beberapa butir tuntutan yang menurut Syawal tidak masuk akal untuk dijalankan. Misalnya tuntutan supaya Kemendikbud menghentikan pelaksanaan UKG karena masih dalam dalam sengketa hukum. \"Sekarang RSBI itu juga masih diperkarakan, tetapi juga tidak dihentikan. Begitu pula dengan UKG,\" kata dia.

 Setelah pertemuan yang ditutup tanpa salam-salaman itu, Sekjen FSGI Retno Listyarti menuturkan sangat kecewa dengan sikap yang ditunjukkan dari jajaran Kemendikbud. \"Saya tidak habis pikir, saat ini masih saja ada pejabat yang arogan,\" katanya.

 Retno lantas menuturkan soal laporan sejumlah masalah UKG gelombang II yang dia terima dari 17 daerah. Diantaranya adalah masih adanya server tempat ujian yang tidak terkoneksi dengan server Kemendikbud pusat.

 Masalah berikutnya adalah tentang soal yang tidak ada jawabannya, serta soal yang hanya ada jawaban tetapi tidak ada pertanyaannya. \"Meski soalnya tidak komplit seperti itu, sama pengawas guru tetap disuruh untuk menjawab. Menjawabnya dikira-kira saja,\" katanya.

(wan)

Sumber: