15 Ribu Warga Diungsikan

15 Ribu Warga Diungsikan

Gunung Sinabung Naik Level Awas

JAKARTA-Pengungsian besar-besaran bakal terjadi di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Kemarin pagi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunung Sinabung ke level tertinggi atau level Awas. Penyebabnya, potensi bahaya gunung tersebut makin tinggi dan meluas.

                Dalam laporan yang dilansir PVMBG kemarin, status gunung tersebut masuk level Awas sejak pukul 10.00. Aktivitas gunung tersebut mengalami peningkatan dalam lima hari terakhir. Sejak 20 November lalu, terjadi sedikitnya 15 kali erupsi. Ditambah lagi terjadi 157 kali gempa vulkanik dalam hingga kemarin pagi.

                Menurut PVMBG, luncuran awan panas berpotensi mencapai jarak lebih dari 1,5 kilometer dan menghantam desa-desa terdekat di lereng Sinabung. Ditambah lagi, dampak letusan juga makin luas. Sebaran abu vulkanik beberapa kali mencapai kota Medan maupun provinsi Aceh, dan potensi banjir lahar dingin makin besar karena sudah mulai masuk musim hujan.

                Karena itu, pihak PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas manusia dalam radius lima kilometer dari puncak gunung. Dampaknya, warga di 21 desa dan dua dusun harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Termasuk di dalamnya adalah empat desa di luar radius lima kilometer namun berada di sisi tenggara kawah gunung tertinggi di Sumatera itu.warga keempat desa tersebut juga potensial terkena material letusan.

                Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, proses evakuasi warga suah berlangsung sejak penetapan status awas tersebut. \"Perkiraan awal sekitar 15.000 jiwa masyarakat yang tinggal di radius 5 km harus mengungsi,\" terangnya kemarin.

                Sedikitnya 500 personel gabungan dikerahkan untuk mengevakuasi warga sesuai rekomendasi PVMBG. Hingga semalam, pihaknya masih mengupayakan sejumlah truk untuk mengangkut warga dari tempat tinggalnya masing-masing. \"Masa tanggap darurat telah diperpanjang sampai 30 November,\" tambahnya.

                BNPB juga merinci beberapa kebutuhan mendesak untuk pengungsi. Di antaranya, makanan, masker, sandang, selimut, tikar, makanan bayi, sanitasi, psikososial dan layanan kesehatan. Seluruhnya dikoordinir oleh BPBD Sumatera Utara.

                Sementara itu, pihak Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan Dinas Kesehatan setempat dan juga Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Medan terus terus melakukan pengawasan dan memberikan bantuan. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Dirjen P2PL) Kementerian Kesehatan, Tjandra Yoga Aditama mengatakan telah kembali meminta BTKL Medan untuk turun ke lapangan.

       \"Saya kembali meminta BTKL Medan turun ke lapangan. Karena debu sudah sampai kota Medan,\" tutur pria yang akrab disapa Tjandra tersebut. Dalam pesan singkat yang ia sampaikan, ia juga menuturkan bahwa pengukuran kadar debu juga akan dilakukan  di bandara Kuala Namu. Selama ini, pengukuran memang hanya difokuskan di Kabupaten Karo saja.

                Selain itu, kata dia, tim dari dinas kesehatan juga terus memberikan bantuan berupa masker untuk pencegahan infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), bantuan obat-obatan, bantuan makanan balita, serta bantuan untuk penjernian air dengan pemberian poly aluminium chloride (PAC).

                \"Pada Jumat, 22 November lalu sudah dibagikan kembali 20 ribu masker di Karo, Dairi 10.000 Aceh tengah 10.000 dan hari ini (kemarin) sebanyak 10 ribu lembar masker melalui posko induk BPBD,\" jelas Tjandra. Ia juga mengatakan bahwa dinas kesehatan dan seluruh unit pelaksana teknis Ditjen P2PL untuk mengawasi adanya kejadian luar biasa untuk penyakit-penyakit menular dengan melakukan peningkatan surveilans pada para pengungsi.

(byu/mia)

Sumber: