>

Heli TNI AD Hilang di Long Bawan

Heli TNI AD Hilang di Long Bawan

Bawa 7 Anggota PAM Perbatasan

TARAKAN - Helikopter milik TNI Angkatan Darah jenis Bell 412 dengan penerbangan dari Tarakan menuju Long Bawan, Nunukan, dinyatakan hilang kemarin (22/1) sore. Helikopter tersebut dinyatakan hilang ketika terjadi lost contact baik itu dengan pihak bandara Juwata Tarakan maupun bandara Malinau. Lokasi hilangnya heli bell 412 tersebut diperkirakan di sekitar kawasan Long Bawan.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Syamsul Bandri menuturkan, pesawat milik TNI AD ini hilang kontak sekitar pukul 15:00 Wita. \"Terakhir kontak dengan bandara itu sekitar jam 3 sore. Helikopter berangkat dari Tarakan sekitar pukul 13:14 Wita dan diperkirakan tiba di Long Bawan, Nunukan sekitar pukul 14:24 wita,\" jelasnya.

Dijelaskan Syamsul Bandri, ketika sudah memasuki kawasan Long Bawan, pihak radio bandara Juwata sempat berkomuniasi dengan pilot helikopter tersebut, untuk memberitahukan bahwa terjadi cuaca buruk di sekitar Long Bawan. Dari komunikasi tersebut, helikopter memutuskan kembali ke bandara Juwata Tarakan (return to base-RTB). Selama perjalanan kembali, helikopter juga sempat melakukan kontak dengan radio bandara Malinau pada pukul 14.45. \"Saat di Long Bawan kami contact, untuk mengabarkan sana cuaca buruk. Sehingga RTB menuju Tarakan. Sempat kontak dengan radio bandara Malinau sekitar 14.45. Setelah itu sudah tidak ada lagi kontak. Berarti seharusnya dia sudah tiba di Long Bawan, ternyata tidak sempat lagi ke sana karena cuaca buruk, sehingga dia memilih RTB,\" jelas Syamsul Bandri.

Kondisi cuaca yang buruk ini juga dibenarkan Kepala BMKG Tarakan, Nanang Buchori. Diterangkannya, cuaca di Tarakan saat siang kemarin cukup bagus dengan jarak pandang sekitar 9.000 meter. Akan tetapi di sekitar Malinau, tinggi dasar awan sekitar 300-400 meter, dengan ketebalan awan 3.000 meter yang bergerak dari barat laut hingga tenggara, dengan kecepatan awan 20 kilomter per jam. \"Kondisi ini cukup rawan untuk dilintasi heli,\" kata Nanang.

Dari informasi yang diperoleh Radar Tarakan, keberangkatan heli Bell 412 ke Long Bawan tersebut dalam rangka misi dropping pasukan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) di pos Long Bawan. Total angkutan penumpang heli nahas tersebut terdiri dari 1 pilot, 1 co-pilot, 1 crew, serta 7 orang pasukan pos Pamtas. Terkait misi tersebut dibenarkan oleh Letnan Kolonel Infanteri Legowo selaku Kepala Penerangan Kodam VI/Mulawarman. \"Iya, misinya adalah untuk satgas pamtas,\" jawabnya ketika dikonfirmasi melalui telepon kemarin malam.

Kodim 0907 Tarakan, Letnan Kolonel Infr Subagiyo juga menyampaikan tujuan helikopter ke Long Bawan ini untuk melakukan tugas perbatasan. \"Ada 7 personil yang berada di dalam heli untuk masuk ke pos perbatasan,\" ujarnya.

Dijelaskannya, kondisi helikopter saat sebelum berangkat dalam keadaan baik, namun dikarenakan kondisi cuaca yang kurang baik, sehingga komunikasi hilang. \"Belum tahu posisi helinya, yang jelas hilang komunikasi. Dan tim juga masih mencari tahu keberadaan heli tersebut,\" ungkapnya.

Subagiyo juga memperkirakan heli tersebut mendarat secara darurat pada area tertentu. Sehingga\" alat komunikasi tidak dapat terjangkau. Rencananya hari ini pihak TNI akan melakukan pencarian helikopter tersebut bersama pihak terkait, seperti Basarnas dan TNI AU. \"Jadi rencananya besok akan dilakukan pencarian,\" tuturnya.

Terpisah, Komandan TNI Pangkalan Udara (Danlanud) Tarakan, Letnan Kolonel Pnb Bambang Djuniar, S.Sos mengatakan, rencana keberangkatan ini akan menggunakan pesawat MAF. \"Kita pakai MAF, karena sudah tidak ada lagi pesawat lain,\" terangnya.

Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayor Jenderal TNI Dicky Wainal Usman diperkirakan ke Tarakan pada hari ini dalam urusan kemiliteran. Mulanya, Pangdam VI/MLW direncanakan tiba di Tarakan pada pukul 19.00 Wita, tetapi jadwalnya kemudian dipercepat karena laporan heli ini. (

*/aan/ule/*/izo/ash)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: