Lahan 25 Hektar Untuk Relokasi Sinabung

Lahan 25 Hektar Untuk Relokasi  Sinabung

MEDAN- Presiden SBY memutuskan bahwa penangan dampak bencana erupsi Sinabung ditangani oleh pemerintah pusat melaui Badan Penanggulangan Bencana Nasional Pusat.

Selain itu SBY juga memutuskan beberapa poin solusi erupsi Sinabung, diantaranya merelokasi lima desa radius dalam radius 5-7 km dari kaki gunung.

Dalam siaran pers yang digelar di halaman Kompleks Gereja St Petrus dan Paulus, Kabanjahe, Jumat (24/1)

pagi, Presiden  SBY memutuskan solusi jangka pendek dan relokasi pemukiman pengungsi untuk solusi jangka menengah penanganan Sinabung dari rapat tertutup ya ia gelar pada Kamis (23/) malam kemarin, bersama Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, bupati Karo Kena Ukur Karo Jambis bersama, para menteri kabinet bersatu jilid II.

Tak jauh dari tenda tempatnya menginap, SBY didampingi Gubernur Sumtera Utara Gatot Pujo Nugroho mengumumkan keputusannya untuk mengambil alih pengelolaan, pengendalian dan penanganan dampak bencana erupsi Sinabung.

Penanganan ini nanti langsung oleh Kepala BNPB Syamsul Maarif. SBY juga menyebutkan Kepala BNPB  akan dibantu oleh Kepala Staf Komando Daerah Militer I Bukit Barisan Brigjend TNI Anggodo.  Dihadapan pengungsi, SBY juga mengumumkan solusi penanganan bencana Sinabung dengan mengeluarkan progam jangka pendek dan menengah.

Untuk jangka pendek, SBY menyebutkan lima program yang akan dilaksanakan yaitu kelanjutan pemberian bantuan logisitik bagi para pengungsi berikut penyedian kebutuhan dasar.

\"Saya percayakan BNPB dibantu kesatuan di bawah kendali BNPB dan Pemda untuk mengatasinya. Saya tidak ingin ada masalah yang dihadapi saudara-saudara di penampungan. Mereka sudah lama di penampungan, oleh karena  itu berikan pelayanan sebaik-baiknya,\" ujar SBY yang langsung disambut riuh tepuk tangan para pengungsi di hadapannya.

Poin kebijakan berikutnya, SBY memutuskan memberikan bea siswa anak-anak pengungsian dari tingkat SD sampai Perguruan Tinggi. \"Jangan sampai ada yang putus sekolah dan juga para mahasiswa yang berkuliah di luar Kabanjahe jangan sampai dropout,\" katanya.

Selanjutnya SBY meminta kebijakan insentif memberikan pekerjaan dan upah atau \"cash for work\" bagi pengungsi dilanjutkkan dan ditingkatkan.

Selain itu, pemerintah akan memberikan bantuan bagi para pengungsi yang peternakan,

 perkebunan, pertanian rusak . Khususnya untuk para pengungsi yang memiliki pinjaman kredit permodalan, SBY mengaku sudah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

\"Pemerintah bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan, bagi yang memiliki pinjaman dengan bank

BRI dan Bank Sumut akan dilakukan penjadwalan ulang. Mereka masih boleh meminjam kembali bahkan yang betul-betul terkena dampak, maka bunga pinjaman akan dihapuskan,\" ujar Presiden.

Sumber: