>

Until Today

Until Today

“Lama – lama aku bisa geger otak jika kau terus memukuli kepalaku!” Teriak Samuel kesal karena Dave terus memukul kepalanya.

“Aku memang menyukai Soheila tapi itu dulu bodoh, sekarang ia adikku, jika aku menyukainya aku tidak akan merestui dirimu dengan dirinya!” Teriak Dave tidak kalah kesal dengan Samuel.

“sekarang restumu tidak berlaku, Soheila sudah mendapatkan seseorang yang baru. Padahal masih lebih tampan aku!” ujar Samuel mencoba menghibur dirinya sendiri.

“Apa sekarang aku terjebak dengan laki – laki yang tidak rela diputuskan oleh kekasihnya?” Tanya Dave sambil menaikkan sebelah alisnya dengan tatapan meremahkan pada Samuel.

Melihat tatapan Dave membuat Samuel melemparkan sebuah bantal dengan keras ke wajah Dave. Dave yang tak terima melemparkan kembali bantal tersebut ke wajah Samuel. Hingga beberapa waktu kedepan mereka hanya terus saling melemparkan bantal dan bermain dengan sifat kekanak – kanakan mereka yang terjebak dalam tubuh dewasa mereka.

Bukankah Dave pernah berkata, dirinya memang sempat kecewa terhadap Samuel namun tidak menampik bahwa Samuel adalah sahabat yang juga ia anggap sebagai saudara laki – lakinya. Berteman sejak lama membuat Samuel tahu betapa kejam hidup seorang Dave yang selalu dituntut sempurna tanpa pernah tahu apa itu kesalahan dan hanya Dave pula yang paling tahu rasanya kehidupan Samuel, berjuang seorang diri tanpa ada belas kasih. (8)

Bersambung

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: