>

Until Today

Until Today

“Ya tuan, namun saya tidak bisa membuat benda itu ada pada Dave ataupun Ciel, saya hanya bisa menaruhnya pada Samuel.” Ujar bawahannya, Adelard yang mendengar kata Ciel menggeram marah dan memberikan satu tinnju pada bawahannya.

“Tidak boleh ada yang menyentuh Ciel, kau tahu aku memiliki hutang budi yang sangat banyak pada Ciel dan keluarganya dan Ciel tidak seharusnya terlibat dalam masalah ini. Ini semua karena Samuel bajingan itu, beraninya dia melibatkan Ciel dalam hal ini.” Ujar Adelard kesal, untuknya Ciel sudah menjadi sahabat, adik, kakak, dan teman sekaligus untuknnya dan Adelard selalu ingin melindungi Ciel.

“Dan jaga mulutmu, Ciel tidak serendah itu hanya untuk kau panggil namanya,” lanjut Adelard lagi dan pergi begitu saja meninggalkan bawahannya setelah meninggalkan satu bogem mentah, lagi.

Adelard sebenarnya murka, ia harus menyusun ulang kembali rencanya yang sudah bertahun – tahun ia persiapkan, dan adelard bukanlah tipe orang yang akan menyakiti orang lain dilauar targetnya. Bahkan kini, orang yang paling ingin ia lindungi terlibat dengan targertnya, Adelard sedikit frustasi dan berniat untuk berhenti dari segala rencananya hanya saja hatinya terlanjur buta akan dendam.

Adelard meremas foto yang sedari tadi ia genggam, melihat foto itu lebih lama hanya membuatnya lebih marah. Wanita itu bagaimana dengan sempurnanya wanita itu meniru wajah ibu dan ayahanya sekaligus, Soheila benar – benar mirip dengan ibu, hampir semua yang ada di tubuh Soheila mendominasi kearah ibunya. Berbeda dengan Adelard yang lebih medominasi wajah ayahnya walau tidak terlalu terlihat jelas.

Adelard tersenyum miris, bahkan Soheila sendiri tidak mengetahui Adelard adalah kakaknya, Soheila tidak pernah tahu bahwa ia memiliki kakak. Adelard merasa sedikit kesal pada mendiang ayahnya, untuk apa ayahnya menyembunyikan dirinya dari Soheila bahkan ayahnya juga melarang dirinya bertemua dengan ibunya, hingga ibunya pergi meninggalkan Adelard untuk selamanya.

Adelard tidak pernah tahu mengapa semuanya harus terjadi, ia mengingkan Soheila tahu, bahwa Adelard lah kakak Soheila, kakak sesungguhnya dan menyanyangi Soheila seperti hubungan yang terjadi di antara Dave dan Soheila. Namun dilain sisi, ia merasa benci dan muak terhadap Soheila, karena Soheila menjadi alasan kedua orangtuanya untuk membuangnya dan menyembunyikannya, dan Adelard benci itu.

Adelard mengelurkan ponselnya dan mendengarkan apa yang terjadi pada Soheila, pekerjaan yang bawahannya lakukan adalah memasang penyadap di salah satu mereka, dan Samuel menjadi orang beruntung yang terpasang, Adelard hanya mendengar ributnya pertengkarang yang terjadi antara Samuel dan Ciel, lalu tawa dari beberapa orang lainnya. Belum ada apapun rencana yang mereka bahas, untungnya saat itu Adelard tidak terlalu terlmabat untuk mengetahui bahwa Ciel ingin berangkat ke Kanada menemuinya padahal ia sendiri masih di Indonesia. Seolah Dewi fortunate berpihak padanya Adelard sedikit lega, saat kemunculan Dave dan Samuel datang dan menggagalkan penerbangan Ciel begitu saja.

Tak ingin berkutat terlalu dengan pikirannya, Adelard meninggalkan tempatnya saat ini dan pergi menuju mobilnya, ia harus memastikan sendiri bahwa Ciel baik – baik saja dan mempercepat rencananya mala mini, agar ia bisa kembali ke kanada secepatnya.

Keberangkatan Adelard menjadi diam – diam tanpa diketahui oleh satupun bawahannya, Adelard hanya membawa beberapa barang seperlunya saja dan sebuah pistol untuk berjaga – jaga di belakang sakunya.

“Kau harus menghilang, Soheila!” ujar Adelard pelan, dan melajukan mobilnya menuju rumah yang ditempati Soheila saat ini. (*)

Bersambung

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: