>

Behind: Impossible

Behind: Impossible

Namun, kejutan lain harus Sanu dapati, di hadapannya ada Keken dengan penampilan yang sedikit acak – acakan dengan wajah memerah dan mata sembab sehabis menangis, Keken menatap Sanu penuh arti, seolah meminta maaf namun juga membenci, tatapan sama yang Kirana pancarkan beberapa jam lalu di bandara padanya. Bukankah ini sudah mendekati akhir, dibalik tubuh Keken, terdapat Dafa yang memandang Sanu dengan sorot campur aduk, sedih, prihatin, khawatir, cemas, segalanya bercampur menjadi satu. Tanpa dijelaskan, Sanu sudah tau, bukan kah sebentar lagi akan menuju akhir, Sanu tertawa pelan diiringi tangis yang selama ini pantang ia lakukan, Sanu tak tahan, rasanya ingin gila, namun semuanya terjadi, naas sekali hidupnya. (*)

Bersambung

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: