>

Behind: Impossible

Behind: Impossible

Keken masih tidak berbicara, hanya suara tangis dan gelengan kepala yang ia berikan kepada Kirana sebagai jawabannya.

“K-Ka-Kak,” Panggil Keken terisak, “Keken rindu,” Ucap Keken lagi kali ini memeluk Kirana erat, entah mengapa rasa ragu dan segala resah yang Keken rasakan musnah, kala ia benar – benar merasa pelukan itu pada Kirana.

Kirana terkejut berniat ingin melepaskan pelukan Keken, namun sebelum hal itu Kirana melihat Sanu dan Dafa yang tersenyum dengan tatapan yang Kirana pahami, tatapan sama kala mereka merasa kecewa namun tak bisa membenci. Memaknai hal itu, Kirana tersenyum tulus pada mereka, walau lebih cepat dari yang ia duga, tak masalah selama Keken masih mau menerimanya. Terharu, Kirana terisak pelan dengan senyum yang masih terpahat di wajahnya.

“Veera juga,” Ujar Kirana, Kirana membalas pelukan Keken tak kalah erat, bahagia yang ia rasa kali ini benar – benar bahagia yang tak ingin ia lupakan barang sedetikpun, entah itu nanti, esok atau masa yang selalu menjadi misteri, hari ini akan menjadi kenangan dari masing – masing mereka yang tahu rasanya sakit dalam bahagia begitupun sebaliknya. Takdir memang terlalu sering bermain – main, namun takdir tak pernah segan untuk berubah pada mereka yang ingin sebuah akhir berbeda.

-The end-

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: