Pembobol Dua Mesin ATM Diburu Polisi, Pegawai Bank di Sungai Penuh Turut Diperiksa

Pembobol Dua Mesin ATM Diburu Polisi, Pegawai Bank di Sungai Penuh Turut Diperiksa

KERINCI- Hingga saat ini pelaku pembobolan mesin ATM bank BNI dan Bank plat merah Pemda di Sungai Penuh terus diburu Polres Kerinci. Polres melakukan koordinasi antar wilayah untuk melacak keberadaan komplotan pelaku.

Kasatreskrim Polres Kerinci Iptu Edi Mardi mengatakan pelaku pembobol mesin ATM di Sungai Penuh yang membawa kabur uang Rp 287 juta dari mesin ATM ini ada hubungannya dengan pembobol mesin di ATM di Merangin Bangko.

Dari rekaman CCTV yang menjadi alat bukti, polres sudah mengetahui kendaraan yang digunakan pelaku saat beraksi, maupun ciri-ciri dan pakaian yang dikenakan hingga jenis sepatu. Saat ini komplotan pelaku masih diburu, polisi mengira pelaku ini lintas sektoral, tidak menetap di suatu daerah. Menurut polisi, pelaku ini sudah profesional dan lebih dari dua orang saat menjalankan aksi.

\"Iya kita terus memburu pelaku pembobol ATM itu, memang kalau dilihat pelaku lebih dua orang. Ada kemungkinan pelaku yang sama dengan kejadian pembobol ATM di Merangin, \" jelas Kasatreskrim kepada wartawan Jambi Ekspres, Sabtu (9/4).

Selain itu Polres Kerinci juga sudah memeriksa pegawai bank dan vendor atau pihak ketiga yang menyediakan mesin ATM. Pegawai bank diperiksa karena pembobolan ATM terjadi beberapa hari setelah petugas memasukkan uang ke mesin ATM. Sehingga dilakukan pemeriksaan, namun hasilnya pegawai bank mengatakan bekerja sudah sesuai prosedur alias SOP.

\"Vendor pihak ketiga yang membuat atau penyedia mesin juga kita periksa, kita mau tahu apakah ada kelalaian vendor atau petugas, \" ujar Kasat.

Sebelumnya diberitakan mesin ATM bank BNI simpang IAIN Kerinci dibobol maling, dan diketahui pada malam Jumat (11/03/3/2022). Polres Kerinci pun langsung turun pagi ini pukul 7.15 WIB setelah mendapatkan laporan pihak vendor ATM jam 7.00 WIB.

Diketahui mesin ATM tersebut baru diisi sebelumnya oleh BNI. Dengan total kerugian yang di mesin ATM Rp 287 juta lebih. Selain itu mesin ATM Bank plat merah Pemdai di Rawang juga dibobol maling, namun menurut keterangan Kasat reskrim tidak ada kerugian dalam pembobolan mesin ATM Bank plat merah Pemdadi rawang tersebut. (cr1)

Sumber: