Ramai Berburu Takjil, 776 Pedagang Terdaftar di Pasar Bedug yang dikelola Pemkot Jambi

   Ramai Berburu Takjil, 776 Pedagang Terdaftar di Pasar Bedug yang dikelola Pemkot Jambi

 

JAMBI - Semarak bulan suci Ramadhan disambut dengan suka cita oleh umat muslim, tidak terkecuali bagi masyarakat Kota Jambi.

Menjelang berbuka puasa, masyarakat ramai berburu takjil di sejumlah pasar Bedug di Kota Jambi. Ada dua pasar Bedug yang difasiltasi Pemkot Jambi, ke duanya, berada di kawasan Kecamatan Pasar Jambi.

Kemarin, (3/4) Walikota Jambi, Syarif Fasha membuka secara resmi pasar Bedug di Jalan Mr Asad Pasar Jambi.

Seperti tahun sebelum adanya pandemi, Pemkot Jambi selalu memfasilitasi pasar Begug selama sebulan penuh.

\"Pasar Bedug yang dikelola Pemkot Jambi ini ada dua, yaitu, di Jalan Mr Asad  dan Jalan WR Soepratman. Khusus Pasar Bedug kuliner, umumnya pasar diisi pedagang makanan dan minuman, dan menu khas Kota Jambi,\" kata Walikota Jambi Syarif Fasha saat membuka pasar Bedug di Jalan Mr. Asad Pasar Jambi.

Dikatakan Fasha, tujuan diadakannya pasar Bedug ini adalah untuk mendekatkan dan memudahkan masyarakat dalam membeli makanan untuk keperluan berbuka puasa.

“Kami izinkan masyarakat untuk berjualan, tapi ingat jangan abaikan Protokol Kesehatan (Prokes). Ribuan UMKM silahkan menjajakan hasil kreatifitasnya di bulan Ramadhan ini, sebab, selama hampir 3 (tiga) tahun kita berjuang melawan Covid-19,\" katanya.

Selain itu, tujuan diadakan pasar Bedug ini adalah untuk menata agar para pedagang lebih tertib dan rapi. Sehingga tidak menimbulkan kemacetan dan kesemrawutan di jalan-jalan khususnya jalan protokol.

Fasha juga mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir tentang kualitas dan bahan yang digunakan dalam membuat menu berbuka puasa yang dijual di pasar Bedug. Sebab, semua makanan dan minuman yang dijual di pasar Bedug sudah memulai uji tes oleh BPOM. Jadi, keamanan dan kesehatannya sudah terjamin.

“BPOM akan mengecek ke pasar-pasar Bedug, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” katanya.

Ia berharap agar pasar-pasar Bedug yang belum terdata oleh pemerintah agar didata ulang. Hal itu guna memudahkan pemantauan di pasar-pasar Bedug tersebut. Selain itu juga memudahkan pemerintah untuk mengatur lalu lintasnya, agar tidak menyebabkan macet.

\"Pasar Bedug yang ada di kecamatan-kecamatan itu harus ada rekom dari Disperindag. Supaya kita bisa pantau apa yang dijualnya, bagaimana lalu lintasnya, dan lain sebagainya. Kita juga tempatkan petugas keamanan dari Trantib Kecamatan, Satpol PP, dan dari Dinas Perhubungan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: