KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Daya Saing Jambi: Kaya Sumber Daya, Tetapi Mengapa Belum Melompat?

Daya Saing Jambi: Kaya Sumber Daya, Tetapi Mengapa Belum Melompat?

Dr. drh. Jafrizal,MM--

Selama ini pembahasan hilirisasi di Indonesia lebih banyak berfokus pada sektor tambang. Padahal sektor pangan dan peternakan juga memiliki potensi hilirisasi yang sangat besar.

Di banyak daerah Sumatera, ternak masih dijual dalam bentuk hidup. Produk pangan dijual sebagai bahan mentah. Padahal jika diolah lebih lanjut, nilai ekonominya bisa meningkat berlipat.

Sebagai contoh, daerah yang memiliki populasi sapi dan kerbau sebenarnya bisa mengembangkan industri olahan daging: dendeng, rendang kemasan, atau produk siap saji berbasis protein hewani.

Demikian juga sektor unggas dan telur yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan modern.

Selain meningkatkan nilai tambah, hilirisasi pangan juga memperkuat ketahanan pangan nasional dan membuka lapangan kerja baru di daerah.

Perspektif dari Lapangan

Sebagai praktisi yang bekerja di sektor pangan dan kesehatan hewan, saya sering melihat bahwa potensi ekonomi daerah sebenarnya sangat besar. Namun sering kali potensi itu belum dikelola secara sistematis.

Banyak daerah memiliki sumber daya ternak, tetapi belum memiliki sistem rantai pasok yang kuat. Produk pangan lokal tersedia melimpah, tetapi belum memiliki strategi pemasaran yang modern.

Akibatnya, ekonomi daerah berjalan, tetapi tidak melompat.

Padahal jika sektor pangan dan peternakan dikelola dengan pendekatan industri—mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran—dampaknya terhadap ekonomi daerah bisa sangat signifikan.

Pemerintah Daerah sebagai “Tim Pemasaran”

Salah satu perubahan penting yang perlu dilakukan adalah cara pandang pemerintah daerah terhadap pembangunan ekonomi.

Selama ini pemerintah sering hanya berperan sebagai regulator. Padahal dalam ekonomi modern, pemerintah daerah juga harus menjadi penggerak pasar.

Pemerintah daerah perlu aktif:

menarik investasi industri pengolahan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: