Jadi Benteng Banjir Rob, Begini Progres Terkini Jalan Tol Semarang–Demak
Jadi Benteng Banjir Rob, Begini Progres Terkini Jalan Tol Semarang–Demak -DOK BPJT-
SEMARANG, JAMBIEKSPRES.CO.ID — Progres pembangunan Jalan Tol Semarang–Demak Seksi 1 terus menunjukkan perkembangan signifikan guna memperkuat konektivitas sekaligus menjadi pengendali banjir rob di kawasan pesisir Jawa Tengah.
Jalan Tol Semarang–Demak merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa yang menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Demak. Selain berfungsi sebagai jalur transportasi utama, jalan tol sepanjang 26,65 km ini dirancang secara khusus untuk berperan ganda sebagai tanggul laut (giant sea wall) guna meminimalisasi ancaman luapan air laut di wilayah pesisir.
BACA JUGA:Indonesia Resmi Kurangi Ekspor Gas ke Singapura untuk Dorong Hilirisasi Dalam Negeri
Dikutip dari BPJT Minggu (25/10) hingga 31 Agustus 2026, proyek tol ini terbagi dalam dua seksi pembangunan utama. Seksi 2 Sayung–Demak sepanjang 16,01 km telah beroperasi penuh sejak 25 Februari 2023.

Manfaatkan Cerucuk Bambu, Pembangunan Tol Semarang–Demak Kebut Seksi 1-DOK BPJT-
Sementara itu, Seksi 1 Kaligawe–Sayung sepanjang 10,64 km yang difungsikan pula sebagai tanggul laut terintegrasi masih terus dikejar penyelesaiannya.
BACA JUGA:Mitsubishi Destinator Usung Ground Clearance 244 mm, Solusi Tangguh Hadapi Jalanan Indonesia
Pembangunan Seksi 1 terbagi dalam tiga sub-seksi dengan capaian progres konstruksi yang bervariasi. Seksi 1A mencatatkan progres tertinggi mencapai 96,55 persen.
BACA JUGA:Daihatsu New Sigra Jadi Pilihan Mobil Keluarga 7 Penumpang yang Praktis dan Efisien
Selanjutnya, progres Seksi 1B berada di angka 68,70 persen, dan Seksi 1C telah mencapai 64,79 persen. Metode pembangunan yang diterapkan pada Seksi 1 terbilang unik dan ramah lingkungan. Konstruksi di kawasan perairan ini memanfaatkan inovasi berkelanjutan berupa penggunaan matras cerucuk bambu guna memastikan ketepatan pemancangan serta stabilitas tanah dasar.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum menegaskan bahwa keberadaan infrastruktur terpadu ini tidak hanya sekadar memangkas durasi perjalanan antarwilayah.
BACA JUGA:Lewis Hamilton Tercepat di FP3 GP Amerika Serikat, Pimpin Dominasi Ferrari di Austin
"Pembangunan jalan tol tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan pelindung wilayah pesisir dari banjir rob," tulis Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum.
Hadirnya integrasi jalan tol dan tanggul laut ini diharapkan mampu memberikan perlindungan jangka panjang bagi kawasan industri, permukiman warga, serta memperlancar arus logistik nasional di sepanjang koridor utara Jawa Tengah. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




