JAMBI EKSPRES EPAPER

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 1)

Saya Tidak Lulus SMA (Seri 1)

Saya tidak pernah punya ijazah SMA. Jujur. Seratus persen. Silakan cek ke sekolah di seluruh dunia. Azrul Ananda tidak punya ijazah SMA. Bahkan, seumur hidup ini, saya hanya pernah setahun duduk di bangku SMA.-dok disway---

Apalagi waktu itu saya di kelas ranking 30. Tapi saya tahu itu bukan karena saya tidak mampu meraih nilai baik. Waktu itu, saya banyak tidak peduli dengan sekolah. Kalau merasa gurunya tidak asyik, ya saya sama sekali tidak nurut. Wkwkwk...

Bahkan, ada guru yang pernah menaruh tulisan "Madesu" di kertas ujian saya. Maksudnya: "Masa depan suram". Anak-anak generasi kami dulu memang harus tangguh! Wkwkwk...

Kembali ke Tes Pertukaran Pelajar. Ternyata Saya Diterima!

Saya akan berangkat pertukaran SMA di Amerika setelah lulus SMP. Tepatnya bulan Juli 1993. Hanya beberapa hari setelah saya ulang tahun ke-16. Jangan tanya nilai SMP saya berapa.

BACA JUGA:Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar Dimutasi, Digantikan Irjen Pol Widodo

Karena begitu diterima, saya memutuskan cuek bebek dengan pelajaran di sekolah!

Waktu itu, ada 80 anak Indonesia yang berangkat ke Amerika. Satu pesawat naik Garuda dari Jakarta ke Los Angeles. Transit di Denpasar, Biak, dan Honolulu.

Belum ada layar TV di kursi pesawat. Jadi rombongan kami kumpul di belakang bikin keramaian sendiri. Ada yang main gitar, dan main-main sesukanya.

Waktu itu saya sadar, kalau saya termasuk paling cupu. Saya yang termuda kedua. Hanya ada satu yang lebih muda, dari Medan.

Kebanyakan memang sudah SMA waktu ikut seleksi. Hanya saya dan anak Medan itu yang lulus SMP langsung berangkat.

Sampai di Amerika, kami melanjutkan ke sebuah kota kecil di dekat Seattle, negara bagian Washington. Di sebuah kampus kecil, kami harus menjalani masa orientasi bersama siswa pertukaran dari negara Asia lain. Khususnya Jepang dan Taiwan (waktu itu Tiongkok belum "negara apa-apa").

Selama tiga pekan itu, kami dibekali dengan cara-cara menjalani kehidupan di SMA Amerika. Bagaimana berbicara dengan orang, bagaimana melakukan small talk, bagaimana berperilaku saat kegiatan-kegiatan bersama orang Amerika.

Termasuk cara makan (posisi piring, sendok, dan garpu), etika membukakan pintu untuk orang lain, termasuk juga kalau kencan (bayar sendiri-sendiri). Ada pula program-program olahraga.

BACA JUGA:BREAKING NEWS: Irjen Pol Widodo Resmi Jabat Kapolda Jambi Gantikan Irjen Krisno H Siregar

Waktu itu belum ada internet umum teman-teman. Jadi semua diajarkan secara mendetail oleh para guru-guru di camp tersebut.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: