Pemkab Muba Usulkan Underpass di Tol Betung–Jambi
Kendaraan dari Jambi saat keluar di Gerbang Tol Bayung Lencir Sumatera Selatan.-Foto: Jambi Ekspres TV-
SEKAYU,JAMBIEKSPRES.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) mengambil langkah konkret untuk menjawab aspirasi masyarakat Desa Tanjung Dalam, Kecamatan Keluang, terkait terputusnya akses akibat pembangunan Jalan Tol Betung–Jambi.
Hal itu terungkap dalam Rapat Permohonan Akses Crossing Jalan Tol yang digelar di Ruang Rapat Randik, Sekretariat Daerah Kabupaten Muba, Rabu (28/1/2026).
BACA JUGA:Pembangunan Jembatan Batanghari III Tantangan Besar Tol Jambi-Rengat, 1,2 KM Telan Biaya Rp2 Triliun
BACA JUGA:Harga BBM Sumsel Turun Drastis! Ini Harga Baru Pertamax-Pertalite di SPBU 2 Februari 2026
Rapat dipimpin Asisten I Setda Muba, H Ardiansyah SE MM PhD CMA, dan dihadiri perwakilan perangkat daerah terkait, Pemerintah Kecamatan Keluang, Pemerintah Desa Tanjung Dalam, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, serta PT Hutama Karya sebagai badan usaha pelaksana proyek tol.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Muba Firduas Pakualam SH MSi, menjelaskan bahwa sejak 24 Desember 2025, Pemkab Muba menerima permohonan resmi dari masyarakat Desa Tanjung Dalam. Permohonan tersebut menyangkut kebutuhan akses lintasan penyeberangan (crossing), menyusul adanya lahan pertanian dan permukiman warga yang tidak dapat diakses secara langsung akibat trase jalan tol.
“Menindaklanjuti arahan Pak Bupati Muba H M Toha Tohet SH pembahasan ini dilakukan untuk mencari solusi terbaik bersama seluruh pemangku kepentingan,” ujar Firduas dikutip dari website Pemkab Muba
Dalam rapat tersebut, Camat Keluang Hendrik SH MSi, menyampaikan bahwa pembangunan jalan tol sebagai Proyek Strategis Nasional memang sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Senin 2 Februari 2026, Hari Ini Melonjak Rp167.000 jadi Rp3,027 juta/gr
Namun, di sisi lain, pembangunan tersebut akan memotong jaringan jalan existing yang selama ini menjadi akses utama masyarakat ke lahan pertanian dan permukiman.
“Kondisi ini membutuhkan akses crossing yang aman dan representatif agar aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat tetap berjalan,” kata Hendrik.
Ia menuturkan, masyarakat berharap adanya crossing resmi berupa underpass atau overpass yang aman, terang, mudah diakses, serta dapat dilalui kendaraan pertanian.
BACA JUGA:Solusi Ketiak Cerah & Bebas Bau Seharian dari B ERL Cosmetics
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



