Bencana Hidrometeorologi di Agam, Korban Meninggal Jadi 173 Orang
Tim DVI Polres Agam sedang mengindentifikasi jasad korban bencana banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan. ANTARA/Yusrizal--
LUBUK BASUNG, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) menyatakan korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di daerah itu menjadi 173 orang dan 85 orang lainnya belum ditemukan.
"Ini data korban pada Jumat (5/12) pukul 20.00 WIB," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Sabtu dikutip dari Antara.
BACA JUGA:Diduga Telantarkan Istri, Suami Mokondo di Jambi Resmi Dilaporkan Ke Polresta Jambi
Ia mengatakan korban belum ditemukan sebanyak 85 orang tersebar di empat kecamatan.
BACA JUGA:Harga TBS Kelapa Sawit Sumbar Naik, Per Kilonya Rp3.512,53, Ini Daftar Harga TBS 1-7 Desember 2025
Pencarian korban dilanjutkan pada Sabtu pagi oleh BPBD Agam, Basarnas, TNI, Polri, dan lainnya.
"Pencarian korban juga menggunakan alat berat untuk membuang material tanah dan pohon," katanya.
BACA JUGA:Cari Korban Longsor, Polres Pasaman Barat Turunkan Puluhan Personel
Ia menambahkan warga mengungsi sebanyak 10.910 orang tersebar di delapan kecamatan dan mereka mengungsi di rumah keluarga, tempat ibadah, lokasi yang sediakan, dan lainnya.
BACA JUGA:Update Harga Emas Antam Sabtu 6 Desember 2025, Hari Ini Turun Tipis
Untuk kebutuhan selama di pengungsian, didirikan dapur umum dan kebutuhan untuk memasak.
"Setidaknya ada 26 dapur umum yang didirikan dalam memenuhi kebutuhan bagi korban (pengungsi)," katanya.
Korban yang dirawat sebanyak 19 orang karena mengalami luka serius.
Sementara warga terdampak atau terisolasi sebanyak 31.523 orang dampak akses ke lokasi tempat tinggal mereka tidak bisa dilalui.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



