JAMBI EKSPRES EPAPER

Perkuat Pencegahan HIV/AIDS

Perkuat Pencegahan HIV/AIDS

Perkuat Pencegahan HIV/AIDS-Ist-

JAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Upaya menekan penularan HIV/AIDS di Kota Jambi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, organisasi masyarakat, hingga unsur kewilayahan. Selain memperluas penjangkauan dan pemeriksaan HIV, edukasi masyarakat serta pendampingan pengobatan bagi orang dengan HIV (ODHIV) menjadi langkah penting untuk mencegah penularan sekaligus mengurangi stigma dan diskriminasi.

BACA JUGA:Maulana Tegaskan ASN Tidak Lakukan Perjalanan Dinas, Selama MTQ ke-55 Tingkat Provinsi Jambi

‎Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi HIV/AIDS dalam Kota Jambi Tahun 2026 yang digelar di Aula PKK Kota Jambi, Rabu (21/10). Pertemuan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan HIV/AIDS, termasuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.

BACA JUGA:Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Kanwil Kemenkum Jambi Matangkan Rekomendasi Kebijakan SPAK dan SPKP 2026

‎Sekretaris Yayasan Kanti Sehati Sejati, Sarmila, mengatakan penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup dilakukan melalui imbauan semata. Diperlukan upaya berkelanjutan berupa edukasi, penjangkauan, pemeriksaan kesehatan, serta pendampingan agar masyarakat dapat mengetahui status kesehatannya dan memperoleh penanganan yang tepat.

‎Berdasarkan pemaparan program dalam rapat tersebut, sepanjang Januari hingga Juli 2026, kegiatan penjangkauan telah menjangkau sekitar 1.500 orang. Penjangkauan masih terus dilakukan hingga akhir tahun untuk memperluas akses informasi, pemeriksaan, dan layanan pencegahan HIV bagi kelompok sasaran.

‎Menurut Sarmila, kegiatan penjangkauan dilakukan secara fleksibel di berbagai lokasi, baik di tempat yang dinilai rawan maupun di lokasi lain tempat komunitas sasaran beraktivitas.

‎“Kalau daerah, semua. Pokoknya selagi itu ada komunitas, kita melakukan penjangkauan di tempat-tempat yang kita anggap rawan,” ujar Sarmila.

‎Program penjangkauan tersebut mencakup Kota Jambi, Kota Batam, dan Kota Tanjung Pinang. Khusus Kota Jambi, program didukung satu koordinator lapangan dan enam petugas lapangan. Kelompok sasaran meliputi lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL), transgender (TG), serta orang yang menggunakan narkoba melalui jarum suntik (PWID).

‎Kegiatan yang dilakukan mencakup edukasi, penjangkauan, pemeriksaan atau tes HIV, rujukan ke layanan kesehatan, dan upaya pencegahan penularan. Melalui pendekatan langsung kepada komunitas, masyarakat diharapkan lebih mudah memperoleh informasi serta mengakses layanan pemeriksaan secara dini.

‎Selain penjangkauan, Yayasan Kanti Sehati Sejati juga menjalankan program dukungan bagi ODHIV di Kota Jambi, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Pringsewu. Program ini meliputi pendampingan pasien, akses pengobatan antiretroviral (ARV), notifikasi pasangan, dukungan psikososial, pencegahan infeksi oportunistik, serta penguatan dukungan sebaya.

‎Sementara itu, program rehabilitasi sosial di wilayah Provinsi Jambi didukung dua staf. Program tersebut berfokus pada penjangkauan dan pendampingan korban penyalahgunaan narkotika dan zat adiktif (NAPZA), akses pengobatan, layanan rawat jalan dan rawat inap, dukungan psikososial, kegiatan keagamaan, serta dukungan sebaya.

‎Sarmila menegaskan, kepatuhan menjalani pengobatan ARV merupakan salah satu kunci penting dalam penanganan HIV. Pengobatan yang dilakukan secara rutin dapat menekan jumlah virus dalam tubuh hingga mencapai tingkat tidak terdeteksi. Jika viral load tetap tidak terdeteksi, HIV tidak ditularkan melalui hubungan seksual. Prinsip ini dikenal sebagai Undetectable = Untransmittable (U=U).

‎Upaya pencegahan juga dapat dilakukan melalui Pre-Exposure Prophylaxis (PrEP), yakni obat pencegahan HIV bagi orang yang berstatus HIV-negatif dan memiliki risiko terpapar. Penggunaan PrEP perlu didahului konsultasi dan dilakukan melalui layanan kesehatan sesuai pedoman medis.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: