Warek USU: Perlu Pendekatan Kolaboratif Antisipasi Bencana
Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Dr Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan (kiri) menyerahkan plakat kepada para pembicara--
“Di sisi lain, terdapat fakta bahwa industri sawit juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan jutaan masyarakat, termasuk petani kecil dan pekerja,” katanya.
Untuk mendapatkan fakta ilmiah yang objektif, dunia akademik memandang bahwa dialektika bencana alam di Sumatra dan perkebunan kelapa sawit harus ditempatkan dalam kerangka ilmiah yang objektif, berbasis data, dan terbuka.
“Dialektika yang sehat bukanlah untuk mencari pihak yang disalahkan, melainkan untuk menemukan pemahaman yang komprehensif dan solusi yang konstruktif,” katanya.
BACA JUGA:Sambut Ramadhan, B ERL Kasih Promo GILA!, Best Seller Diskon 40 Ribu, Cukup Beli 1 Produk Ini
Poppy berharap, diskusi ilmiah yang diselenggarakan di USU ini
diharapkan dapat menjadi ruang untuk mengkaji secara ilmiah hubungan antara perubahan iklim global, tata guna lahan, dan kejadian bencana di Sumatera.
“Selain itu juga untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang dapat dimitigasi melalui kebijakan, teknologi, dan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Kita perlu mengedepankan pendekatan evidence-based policy, di mana setiap rekomendasi didasarkan pada riset yang kuat, data empiris, dan analisis multidisipliner,” kata Poppy.
Dengan pendekatan tersebut, kata dia, keputusan yang diambil tidak hanya responsif terhadap tekanan opini publik, tetapi juga efektif dalam melindungi masyarakat dan lingkungan. Universitas memiliki peran strategis sebagai penjaga nalar kritis, produsen pengetahuan, dan jembatan dialog antar pemangku kepentingan. (*)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



