Panen Padi Muaro Jambi Tembus 22.646 Ton
Panen Padi Muaro Jambi Tembus 22.646 Ton-Ist-
MUAROJAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Produksi padi di Kabupaten Muaro Jambi pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. Total hasil panen gabah kering panen (GKP) mencapai 22.646 ton atau setara 12.740 ton beras, sehingga daerah ini mencatat surplus beras sekitar 2.980 ton.
Capaian tersebut menjadi prestasi tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama para petani dalam mewujudkan swasebada pangan daerah, sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional yang telah diumumkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
BACA JUGA:267 Orang Penerima PKH di Batang Hari Dikeluarkan, Ini Alasannya
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, produksi mengalami lonjakan cukup besar. Pada 2024, produksi gabah tercatat 19.666 ton atau setara 10.004 ton beras.
BACA JUGA:Penjualan CPO Bersertifikasi RSPO, PalmCo Raup Rp174 M
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Muaro Jambi, Evi Syahrul, mengatakan peningkatan produksi dipengaruhi oleh meluasnya areal persawahan dan perbaikan sistem budidaya.
“Terjadi peningkatan luas lahan panen. Tahun 2025 mencapai 5.234 hektare, sedangkan tahun sebelumnya hanya 4.626 hektare. Ini sangat berpengaruh terhadap total produksi,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pertanian melalui penyediaan sarana dan prasarana, termasuk kesiapan alat dan mesin pertanian (alsintan) di setiap workshop Berbakti.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu petani menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan cuaca ekstrem hingga serangan hama tanaman.
Selain mendorong produktivitas, pemerintah juga memperluas pembukaan areal sawah baru sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Pada tahun 2026, luas lahan panen ditargetkan meningkat menjadi 5.735 hektare.
Dengan tren produksi yang terus naik, pemerintah optimistis Muaro Jambi mampu menjaga ketersediaan beras di pasaran, mencegah kelangkaan, sekaligus menjaga stabilitas harga bagi masyarakat.
“Harapannya produksi terus meningkat sehingga kebutuhan pangan masyarakat tercukupi dan harga tetap stabil,” tutupnya. (wan)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



