Perkuat Pencegahan HIV/AIDS

Rabu 21-10-2026,19:32 WIB
Reporter : M Hafizh Alatas
Editor : Misriyanti

‎Padahal, pemeriksaan HIV penting untuk mengetahui status kesehatan sehingga seseorang dapat segera mengakses layanan pencegahan atau pengobatan sesuai kebutuhannya. Karena itu, pendekatan yang tepat dan dukungan lingkungan dinilai diperlukan agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemeriksaan HIV.

‎Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya mendorong keterlibatan Karang Taruna, pengurus rukun tetangga (RT), puskesmas, dan Dinas Kesehatan. Kolaborasi dapat dilakukan melalui edukasi di lingkungan masyarakat, pendampingan petugas saat penjangkauan, serta dukungan sarana untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan.

‎Di samping keterbatasan dalam penjangkauan, stigma dan diskriminasi terhadap ODHIV juga masih menjadi tantangan. Kekhawatiran akan penolakan keluarga maupun lingkungan dapat membuat seseorang enggan memeriksakan diri atau tidak melanjutkan pengobatan.

‎Sarmila menilai, pemahaman masyarakat mengenai cara penularan HIV perlu terus diperkuat. HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari, seperti bersalaman, menggunakan kamar mandi yang sama, atau berbagi peralatan makan. Pemahaman yang benar diharapkan dapat mengurangi ketakutan yang tidak berdasar dan menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi ODHIV. 

‎Untuk memperkuat pendekatan kepada masyarakat, Yayasan Kanti Sehati Sejati juga pernah berkolaborasi dengan Kementerian Agama. Kerja sama tersebut memadukan edukasi medis dengan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai bagian dari upaya mendorong perubahan perilaku.

‎“Kami dari sisi medis memberikan penguatan dan penjangkauan, sementara pihak Kemenag memberikan penguatan keagamaan agar terjadi perubahan perilaku,” jelasnya. (mg2)

 

Kategori :