Nenek Pun "Bersekolah" demi Cucu Bebas Stunting

Rabu 30-09-2026,16:24 WIB
Reporter : Misriyanti
Editor : Misriyanti

Tes awal juga memetakan mitos yang masih kuat. Sebanyak 40 persen peserta semula menganggap ikan patin, telur puyuh, dan pucuk ubi tidak cocok untuk bayi. Sekitar 43 persen akan langsung memberi susu formula ketika bayi rewel karena mengira ASI kurang. Sepertiga peserta mengira ASI eksklusif diberikan hingga 12 bulan, bukan 6 bulan.

Nenek Jadi Agen Perubahan

Ketua tim pengabdian, dr. Huntari Harahap, M.Biomed, menjelaskan bahwa nenek adalah kunci yang selama ini terlewat. "Pesan gizi yang diterima ibu di Posyandu sering berhenti di pintu rumah, karena keputusan makan cucu ada di tangan nenek. Karena itu, kami tidak ingin nenek dianggap penghambat. Nenek justru kami ajak menjadi agen perubahan," ujarnya. 

Kegiatan ini merupakan program Pengabdian pada Masyarakat tahun 2026 yang didanai PNBP Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi kerjasama dengan Puskesmas Rawasari Kota Jambi. Materinya dikembangkan dari riset tim tentang edukasi pencegahan stunting, termasuk aplikasi CANTIK UNJA. Tim melibatkan tujuh dosen dan lima mahasiswa FKIK, yakni dr. Huntari Harahap, M.Biomed, Dr. dr. Ave Olivia Rahman, M.Sc, Bdn Hafizah, M. Biomed, Dr.dr. Fitriyanti Sp.DVE, dr. Hanina, M.Bmd, dr. Esa Indah Ayudia, M.Biomed, dan dr.Budi Justitia, Sp.OT serta  Kepala Puskesmas Rawasari Kota Jambi, Dr.dr. Nuriyah, M. Biomed, Sp KKLP serta tim puskesmas.


Peserta Sekolah Nenek berfoto bersama tim dosen dan mahasiswa FKIK Universitas Jambi serta petugas Puskesmas Rawasari usai kegiatan, Sabtu (18/7/2026).-Ist-

Ke depan, tim bersama Puskesmas Rawasari berencana membentuk Klub Nenek Hebat sebagai wadah berbagi antar-nenek dengan pertemuan rutin yang didampingi kader Posyandu. Forum dialog antara nenek dan ibu baduta juga disiapkan agar kedua generasi bisa menyepakati cara mengasuh cucu bersama. Modul Sekolah Nenek pun akan diserahkan kepada Puskesmas agar program dapat berlanjut secara mandiri dan ditiru di wilayah lain. (*) 

Narahubung

dr. Huntari Harahap, M.Biomed – Ketua Tim Pengabdian FKIK Universitas Jambi.

Email: huntari_harahap@unja.ac.id  |  HP: [081263783351].

 

Kategori :