Marwin Federico Aslen menambahkan bahwa data multisumber menjadi bagian yang paling banyak didiskusikan tim selama penyusunan naskah. “Kami membahas panjang mengenai sumber data apa saja yang secara realistis dapat diintegrasikan di Indonesia, mengingat keterbatasan interoperabilitas antarsistem data kesehatan yang masih menjadi tantangan tersendiri,” katanya.
Menanggapi capaian ini, Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA, Dr. dr. Humaryanto, Sp.OT., M.Kes., menyampaikan apresiasi sekaligus catatan strategis. “Capaian sebagai satu-satunya wakil UNJA yang lolos di kategori esai nasional Satria Data, dengan menyisihkan 769 peserta lainnya, menunjukkan bahwa mahasiswa kedokteran UNJA memiliki kapasitas literasi data dan statistik yang setara dengan mahasiswa dari perguruan tinggi berbasis sains data dan teknologi lainnya. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan kedokteran tidak dapat lagi dipisahkan dari kemampuan analitik berbasis data, terutama untuk kebutuhan surveilans penyakit menular seperti dengue,” ujarnya.
Dekan juga menambahkan bahwa FKIK UNJA akan mendorong penguatan kolaborasi lintas disiplin sebagai tindak lanjut dari capaian ini. “Kami mendorong kolaborasi lebih erat antara mahasiswa kedokteran dengan program studi yang memiliki basis keilmuan statistika dan ilmu komputer. Tujuannya agar riset semacam DengueSight dapat berkembang menjadi sistem yang benar-benar dapat digunakan oleh dinas kesehatan di lapangan, sehingga tidak berhenti pada tahap kompetisi,” jelasnya.
I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., selaku dosen pendamping, menekankan pentingnya konsistensi metodologis pada tahap semifinal. Tahap ini akan berlangsung secara daring pada 16–18 September 2026. “Tahap semifinal menuntut tim menyiapkan bahan presentasi yang harus mampu memukau dewan juri. Fokus utama pembimbingan pada tahap ini adalah memastikan model prediksi yang diusulkan memiliki dasar validasi yang jelas, bukan sekadar klaim performa algoritma. Selain itu, tim juga perlu menerjemahkan hasil statistik dan pemodelan menjadi policy brief dan kebijakan utuh untuk kemajuan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Dengan lolosnya DengueSight ke semifinal, UNJA menambah catatan prestasi mahasiswa di bidang riset kesehatan berbasis data. Tim berharap tahap ini menjadi batu loncatan menuju status finalis, sekaligus kontribusi nyata bagi upaya pengendalian dengue di Indonesia. (*/kar)
Sumber : www.unja.ac.id