DengueSight UNJA Melaju ke Semifinal Nasional SEC Satria Data 2026

Kamis 10-09-2026,10:07 WIB
Reporter : Bakar
Editor : Setya Novanto

JAMBIEKSPRES.CO.ID  – Tim mahasiswa Universitas Jambi (UNJA), DengueSight, melaju ke babak semifinal nasional Statistics Essay Competition (SEC) Satria Data 2026. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Universitas Diponegoro sebagai tuan rumah pelaksana.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Bicara Pemilu, Pusakademia Jambi Bongkar Tantangan Demokrasi dan Supremasi Sipil

Berdasarkan surat resmi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 2990/DST/B2/DT.01.01/2026 tertanggal 7 Agustus 2026, tim UNJA dinyatakan lolos ke tahap semifinal nasional sebagai satu dari 20 kelompok terbaik kategori SEC, menyisihkan 769 tim pendaftar dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

BACA JUGA:SKK Migas - PetroChina Pastikan Konsumsi Pekerja Higienis Lewat Pelatihan Khusus

Dari 20 tim tersebut, nama Muhammad Faris Rizqullah tercatat sebagai satu-satunya wakil UNJA sekaligus satu-satunya wakil dari Pulau Sumatera, berdampingan dengan tim dari perguruan tinggi besar lain seperti Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

 

Tim SEC UNJA beranggotakan tiga mahasiswa lintas angkatan, yaitu Muhammad Faris Rizqullah sebagai ketua, bersama Adinda Aisyah Welliani dan Marwin Federico Aslen sebagai anggota. Tim ini dibimbing oleh I Made Dwi Mertha Adnyana, M.Ked.Trop., Dosen Departemen Mikrobiologi dan Parasitologi, Jurusan Kedokteran, FKIK UNJA.

BACA JUGA:Suzuki Tebar Promo di GIIAS Bandung 2026, Pembelian All New Ertiga Dapat Hadiah Voucher Rp5 Juta

Karya yang diusung berjudul “DengueSight: Sistem Prediksi berbasis Machine Learning dan Data Surveilans Multisumber untuk Deteksi Dini Risiko Dengue di Indonesia”. Karya ini diajukan pada subtema Transformasi Digital dan Tata Kelola Data Nasional, dengan fokus pada integrasi dan pemanfaatan data nasional untuk kebijakan publik yang presisi, transparan, dan adaptif.

 

Gagasan DengueSight berangkat dari beban epidemiologis dengue yang terus meningkat, baik pada skala global maupun nasional. Dalam naskah esainya, tim memaparkan data Global Burden of Disease yang mencatat kenaikan kasus infeksi virus dengue dari 26,45 juta pada 1990 menjadi 58,96 juta pada 2021. Data tersebut juga menunjukkan peningkatan kematian dari 14.315 menjadi 29.075 kasus, serta kenaikan disability-adjusted life years dari 1,25 juta menjadi 2,08 juta per tahun. Data Profil Kesehatan Indonesia turut menunjukkan lonjakan incidence rate sebesar 137,5 persen sepanjang 2020 hingga 2024, dengan puncak kenaikan pada 2024 yang dikaitkan dengan fenomena iklim El Niño.

BACA JUGA:Harga TBS Sawit Dharmasraya Tertinggi Rp4.005/Kg, Terendah Rp3.240/Kg, Ini Daftar Harga TBS 9 September 2026

“Data menunjukkan tren yang berlawanan dengan target global penurunan kasus dengue pada 2030. Kesenjangan ini yang mendorong kami mengusulkan sistem prediksi berbasis machine learning yang memanfaatkan data surveilans dari berbagai sumber, bukan hanya satu basis data tunggal, agar deteksi risiko dapat dilakukan lebih dini pada tingkat wilayah,” ujar Muhammad Faris Rizqullah, ketua tim.

 

Adinda Aisyah Welliani menjelaskan bahwa penyusunan esai menuntut kombinasi kemampuan literasi data, aplikasi biostatistika kedokteran, dan kejelian menyusun argumentasi kebijakan. “Bagian yang paling menantang adalah menerjemahkan konsep teknis machine learning ke dalam narasi yang tetap relevan dengan kebutuhan tata kelola data nasional. Sebab, penilaian SEC tidak hanya menilai aspek teknis, tetapi juga kedalaman analisis kebijakan serta metodologi statistik yang digunakan,” ungkapnya.

Kategori :