JAMBI, JAMBIEKSPRES.DISWAY.ID - Warga Batanghari sejak beberapa hari terakhir mengaku lega karena tak lagi bertemu truk batubara saat aktivitas sehari-hari.
Jalan raya yang lebih lapang, membuat warga merasa lebih aman menjalani aktivitasnya.
Amin, pedagang di Pasar Muara Bulian mengaku kini berangkat dari rumah dinihari ke pasar, terasa lebih nyaman karena tak bertemu dengan deretan truk.
"Biasanya keluar rumah was-was karena truk masih banyak, Alhamdulillah sejak tanggal 10 kemarin, nak kepasar raso aman nian," ujarnya.
Hal serupa juga diakui oleh Rahma, seorang ibu rumah tangga di Pal 5 Tembesi. Katanya kini pulang malam tidak takut lagi berkendara sendiri. "Lengang jalanan, enak jugo kalau begini tiap hari," lanjutnya.
Sepinya jalan raya di Kabupaten Batanghari terkait dengan kebijakan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi yang telah melakukan penghentian sementara operasional angkutan truk batu bara, mulai 10-21 Mei 2026, selama musim keberangkatan jamaah haji.
Warga Batanghari termasuk pihak yang paling terdampak atas jalur transportasi batubara yang masih menggunakan jalan umum.
Pemkab Batanghari baru-baru ini bahkan menyatakan dukungan terhadap semua perusahaan yang mau membuat jalan khusus tambang agar masyarakat tidak lagi terganggu.
Sekda Batanghari, Mula P. Rambe, baru-baru ini mengatakan, secara aturan jalan khusus menjadi sesuatu yang harus dikejar dan didorong percepatannya, disamping secara ekonomi memang sangat dibutuhkan oleh pemerintah.
Dukungan Pemkab juga tegas diberikan kepada PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) dan PT Inti Bangun Sarana (IBS) yang bersedia membangun jalan khusus tambang yang akan mengurangi beban jalan raya di Kabupaten Batanghari.
Apalagi Batanghari masih menghadapi permasalahan yang terkait langsung dengan masyarakat, mulai dari kemacetan yang tak berkesudahan yang membuat warga menderita, hingga kecelakaan yang telah menelan korban jiwa, serta perekonomian daerah yang terganggu.
Jalan khusus menjadi sesuatu yang harus dikejar dan didorong percepatan nya. Apalagi untuk membuat jalan khusus, APBD tentu tidak akan sanggup, maka ketika ada swasta yang bersedia, harus dikejar dan didukung, tegasnya lagi. (*)