Kontraksi konstruksi, kata Edy, menjadi pukulan utama karena sektor ini menyerap tenaga kerja besar dan memiliki efek berganda terhadap industri bahan bangunan, jasa transportasi, hingga sektor keuangan. Ketika proyek berhenti atau melambat, dampaknya menjalar ke berbagai lini.
Meski demikian, Edy menegaskan ekonomi Muaro Jambi masih berada di zona pertumbuhan positif.
“Kita tetap tumbuh. Tantangannya adalah menjaga momentum dan memperkuat sektor-sektor yang resilien,” tandasnya. (wan)