MUAROJAMBI, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengungkapkan uji sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menunjukkan penyebab puluhan siswa di Sengeti pada 30 Januari 2026 keracunan, yakni dua bakteri berbahaya jenis Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E.coli).
BACA JUGA:Pemkab Bungo Tetapkan Zakat Fitrah Tertinggi Rp 58 Ribu
"Yang menyebabkan keracunan itu dua bakteri, Staphylococcus aureus dan E. coli. Banyak terdapat bakteri itu ada pada ayam suwir dengan tahu," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Muaro Jambi Budhi Hartono di Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, Kamis, dikutip dari antara.
BACA JUGA:Wagub Abdullah Sani Buka Festival Arakan Sahur Tahun 2026
Berdasarkan hasil investigasi dan pendalaman dilakukan Dinas Kesehatan Muaro Jambi, kata dia, disimpulkan kontaminasi Staphylococcus aureus bersumber dari proses pengolahan makanan yang tidak higienis.
Dugaan ini mengarah pada kelalaian penjamah makanan dan penerapan standar kebersihan yang longgar.
Dalam evaluasi, kata dia, tim menemukan sejumlah kelalaian serius, antara lain standar operasional prosedur (SOP) tidak dijalankan secara konsisten, pengolahan makanan tidak memenuhi prinsip keamanan pangan, serta jeda waktu antara memasak dan distribusi terlalu lama. Hal itu mengakibatkan faktor yang berisiko mempercepat pertumbuhan bakteri.
Satgas MBG dalam rapat evaluasi menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada yayasan pengelola, di antaranya peningkatan pengawasan dapur, penerapan standar keamanan pangan secara ketat, serta pembenahan sistem air bersih dan sanitasi.
Pengawasan harian, kata dia, juga diminta diperkuat, terutama oleh petugas yang langsung di lokasi produksi.(ant)