Menurut Teori Psikolog Hal Yang Bisa Mendatangkan Kebahagiaan

Sabtu 21-02-2026,18:13 WIB
Reporter : Tim
Editor : Misriyanti

JAKARTA-, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Ketika ditanya tentang rahasia di balik kebahagiaan, profesor psikologi terkemuka di Universitas California Riverside Dr. Lyubomirsky menyebut koneksi dan hubungan, pikiran positif, dan rasa memiliki kendali dalam hidup sebagai jawaban.

Namun, ketika diminta memilih satu hal saja, menurut siaran The New York Times pada 11 Februari 2026, dia menyebut "merasa dicintai" sebagai rahasia di balik kebahagiaan, dikutip dari antara. 

BACA JUGA:Dokter Paparkan Tantangan Pengobatan Kanker Pada Lansia, Jaga Kualitas Hidup

Dalam buku "How To Feel Loved" yang ditulis Lyubomirsky bersama Harry Reis, profesor psikologi di Universitas Rochester yang mempelajari hubungan dekat, disebutkan bahwa yang benar-benar membuat kita bahagia adalah banyaknya cinta yang kita rasakan kembali ke kita.

BACA JUGA:Koleksi Bunga Bangkai Raksasa Amorphopallus Titanum Mekar di Kebun Raya Bogor

Alih-alih berusaha mengubah diri atau mengubah orang lain, mereka menyampaikan bahwa orang bisa lebih dicintai kalau mau mengubah pola komunikasi.

Mereka berpendapat, orang perlu membuat orang lain merasa dicintai kalau ingin lebih dicintai dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan berusaha menjadi pendengar yang lebih baik.

Lyubomirsky merekomendasikan penerapan pola pikir "mendengarkan untuk belajar" saat orang lain berbicara atau bercerita, mengalihkan fokus dari menanggapi ke memahami.

Menurut Lyubomirsky dan Reis, "Ketika seseorang merasa benar-benar diperhatikan, dihargai, dan dipahami oleh Anda, mereka menjadi lebih bersedia, termotivasi, dan bahkan bersemangat untuk melakukan hal yang sama untuk Anda."

Lyubomirsky mengatakan bahwa menjadi pendengar yang lebih baik membutuhkan latihan, yang bisa dilakukan dengan berusaha untuk tidak menyela, tidak memberikan nasihat kecuali diminta, dan mengajukan pertanyaan lanjutan.

Alih-alih berusaha mengubah cara untuk mendekati setiap orang, menurut Dr. Lyubomirsky lebih baik memulai dengan memilih satu orang yang diinginkan.

Setelah menetapkan target, buatlah rencana untuk menantang diri sendiri untuk melakukan beberapa percakapan dengan orang tersebut dan berusaha menjadi pendengar yang lebih baik.

Tanggapan timbal balik tidak dijamin, tetapi umumnya orang cenderung merespons mereka yang menunjukkan perhatian dan kebaikan dengan perhatian dan kebaikan.

Tidak adanya timbal balik mungkin merupakan tanda bahwa itu bukan hubungan yang layak mendapatkan banyak investasi usaha dan energi.

"Terkadang kita memilih orang yang salah yang sebenarnya ingin kita cintai," kata Lyubomirsky.

Kategori :