Angin Kencang, Nelayan Enggan Melaut, Pasokan Ikan Berkurang

Minggu 01-02-2026,18:24 WIB
Reporter : Maulana
Editor : Misriyanti

MUARASABAK, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Cuaca ekstrem yang melanda perairan Kabupaten Tanjabtim sejak beberapa pekan terakhir tidak hanya berdampak pada aktivitas nelayan, tetapi juga mulai terasa di pasar tradisional. Terbatasnya nelayan yang berani melaut menyebabkan pasokan ikan laut menurun dan harga jual perlahan merangkak naik.

BACA JUGA:Santunan JKM Diserahkan, Pemkot Jambi Komitmen Tambah Iuran Kuota Pekerja Nonformal

Ketersediaan ikan laut tampak tidak sebanyak hari biasa. Lapak pedagang didominasi ikan hasil tangkapan dari perairan dangkal, sungai, dan muara, sementara ikan laut lepas hanya tersedia dalam jumlah terbatas.

BACA JUGA:Bersama Pemkot Jambi, BPJS Ketenagakerjaan Salurkan Santunan JKM kepada Ahli Waris Ketua RT

Kondisi tersebut dipicu cuaca laut yang tidak bersahabat. Angin kencang dan gelombang tinggi yang mencapai lebih dari dua meter membuat nelayan memilih menahan diri untuk tidak melaut ke perairan lepas.

"Sudah beberapa hari ini ikan laut agak susah. Kalau ada pun jumlahnya sedikit, otomatis harganya naik," ujar Rahman, pedagang ikan di Pasar Muara Sabak.

Ia menyebutkan, kenaikan harga bervariasi tergantung jenis ikan. Beberapa ikan laut yang biasanya mudah diperoleh kini hanya datang dalam jumlah terbatas, sehingga pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual.

"Pembeli masih ada, tapi banyak juga yang mengurangi jumlah belanja karena harga naik," katanya.

Di sisi lain, nelayan mengaku kondisi tersebut berada di luar kendali mereka. Yadi, nelayan Kecamatan Muara Sabak Timur, mengatakan keselamatan menjadi pertimbangan utama saat cuaca laut memburuk.

"Ombak sekarang besar dan tidak menentu. Kalau dipaksakan, risikonya terlalu tinggi," ujarnya.

Menurut Yadi, sebagian nelayan memilih mengalihkan aktivitas dengan menangkap ikan di perairan dangkal atau berhenti sementara sambil mengerjakan pekerjaan lain.

"Ini sudah jadi siklus tahunan. Kalau cuaca seperti ini, hasil tangkapan pasti berkurang," jelasnya.

Sementara itu, Udin, nelayan Kuala Jambi, menyebut kondisi cuaca ekstrem juga dimanfaatkan nelayan untuk melakukan perawatan alat tangkap dan kapal.

"Daripada alat rusak saat dipakai, lebih baik kami perbaiki sekarang sambil menunggu cuaca membaik," tuturnya.

Ia berharap cuaca laut segera normal agar pasokan ikan kembali stabil dan aktivitas nelayan bisa berjalan seperti biasa. Jika cuaca ekstrem berlangsung lama, dikhawatirkan akan terus berdampak pada ketersediaan ikan serta daya beli masyarakat.(lan)

Kategori :