BANDUNG, JAMBIEKSPRES.CO.ID - PT Pegadaian menghentikan total operasional platform Pegadaian Digital Service (PDS) dan Pegadaian Syariah Digital Service (PSDS) setelah hampir delapan tahun, dan memigrasikan seluruh basis layanan ke dalam satu ekosistem aplikasi terintegrasi bernama Tring.
BACA JUGA:Mutasi Polri, Kapolda Papua Barat jadi Kadiv Humas Polri
Langkah radikal ini, diambil sebagai bagian dari strategi percepatan transformasi digital guna menghapus sekat antara layanan konvensional dan syariah yang selama ini mengharuskan nasabah menggunakan aplikasi berbeda.
"Dengan hadirnya Tring, kami berupaya menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan nasabah," kata Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan dalam keterangan di Bandung, Jumat, dikutip dari antara.
BACA JUGA:Agung Jaya X MD Billiard and Cafe, Tournamet 9 Ball
Damar menjelaskan bahwa migrasi ke aplikasi tersebut yang rampung pada tanggal 14 Januari 2026 itu, bukan sekadar pergantian nama, melainkan evolusi layanan yang memungkinkan nasabahnya mengelola aset emas mereka secara lebih dinamis. Platform ini mengintegrasikan layanan utama mulai dari tabungan emas hingga fitur ekosistem bank emas.
"Di sana ada tabungan emas, jika butuh dana cair, saldo tabungannya bisa digadai. Saldo yang tersimpan juga bisa dijadikan deposito emas agar value-nya bertambah. Bahkan cicil emas juga bisa dilakukan melalui aplikasi ini," ujar Damar.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, mengatakan transformasi ini mendapatkan perhatian serius di wilayahnya yang dikenal memiliki tingkat ketergantungan digital yang tinggi, sehingga dia memastikan kesiapan pihaknya.
Eko menilai, integrasi ini akan sangat memudahkan masyarakat Jawa Barat yang memiliki mobilitas tinggi karena tidak perlu lagi bingung berpindah aplikasi untuk mencari layanan syariah maupun konvensional.
"Kami di Jawa Barat siap mengawal penuh transisi ini. Kehadiran platform ini bukan sekadar ganti nama aplikasi, tapi peningkatan standar layanan. Semua ada dalam satu genggaman, lebih ringkas dan lebih aman," ucapnya yang mengharapkan migrasi ini juga jadi motor penggerak inklusi keuangan nasional.(ant)