Momentum satu abad dimaknai PalmCo sebagai ruang refleksi sekaligus akselerasi. Salah satu langkah konkret yang diperkenalkan adalah peluncuran kemasan baru teh seduh dan teh celup Kayu Aro.
BACA JUGA:PTPN IV Regional 4 Jambi-Sumbar Bantu 30 Set Meja Kursi ke Sekolah
Rebranding ini dirancang untuk menyegarkan identitas produk agar lebih relevan dengan selera konsumen masa kini, sambil tetap menonjolkan karakter historis yang melekat sejak lama.
“Transformasi kami lakukan melalui modernisasi dan digitalisasi, tetapi nilai historis dan keunikan Kayu Aro tetap dijaga,” kata Direktur Strategi dan Sustainability Ugun Untaryo yang kala itu hadir langsung dalam peringatan.
Ia menekankan bahwa peningkatan produktivitas dan standar kualitas menjadi fondasi utama pengelolaan kebun teh di abad kedua ini.
Secara bisnis, kinerja ritel Teh Kayu Aro menunjukkan tren positif. Sejak tahun 2008, sekitar 4,5 persen dari total produksi teh PTPN IV disuply oleh kebun teh Kayu Aro.
BACA JUGA:Serikat Pekerja PTPN IV Salurkan Bantuan ke Sumatera Barat
Bahkan teh yang dikenal amat disukai oleh keluarga kerajaan Belanda, termasuk Ratu Wilhelmina, Ratu Juliana, dan Ratu Beatrix, bahkan Ratu Inggris, karena aroma kuat dan rasanya yang premium tersebut juga didistribusikan hingga ke manca negara.
Lebih jauh, saat ini PalmCo juga mengintegrasikan aspek produksi dengan pelestarian lingkungan dan edukasi sejarah.
Kebun Teh Kayu Aro diposisikan sebagai ekosistem berkelanjutan yang memadukan komoditas perkebunan, nilai konservasi, dan potensi agrowisata.
Identitas Kerinci
Bagi Pemerintah Kabupaten Kerinci, Kayu Aro adalah identitas daerah. Bupati Kerinci Monadi menyebut keberadaan kebun teh ini tak terpisahkan dari denyut ekonomi dan pariwisata setempat.
“Untuk itu kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PTPN IV PalmCo terus diperkuat, agar kejayaan Kayu Aro sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
BACA JUGA:PTPN IV PalmCo Pulihkan Trauma Korban Banjir Melalui Pondok Rangkul di Sumut
Memasuki abad kedua, PalmCo menaruh optimisme besar. Sejarah panjang Kayu Aro dijadikan pijakan untuk melangkah lebih jauh, bukan sekadar nostalgia.
“Seratus tahun adalah awal dari babak baru. Dari sini, kita menuliskan cerita-cerita baru yang lebih kuat dan mengukuhkan Teh Kayu Aro sebagai salah satu standar kualitas teh dunia,” harap Jatmiko.