Namun, peluang kenaikan peringkat di masa mendatang tetap terbuka, terutama jika perusahaan mampu memperkuat integrasi vertikal dan mengoptimalkan seluruh area perkebunan, termasuk yang berada dalam skema Kerja Sama Operasi (KSO).
“Kami akan terus mengoptimalkan area perkebunan melalui peningkatan kinerja semua perkebunan, termasuk yang berada dalam operasi bersama (KSO), untuk mencapai produktivitas yang seragam dan kuat,” kata Jatmiko.
BACA JUGA:SP-BUN dan Manajemen PTPN IV Regional 4 Lakukan Penarikan Produk Minyak Goreng Mendekati Kedaluarsa
Subholding Strategis
Sejak 1 Desember 2023, PalmCo resmi menjadi subholding di bawah Grup PTPN, setelah penggabungan empat anak usaha yakni PTPN IV, V, VI, dan XIII, dengan PTPN IV sebagai entitas penerima. Langkah ini disebut-sebut memperkuat posisi PalmCo dalam ekosistem industri sawit nasional, sekaligus meningkatkan efisiensi dan skala ekonomi.
PalmCo juga mencatat Standalone Rating atau peringkat berdiri sendiri di level idA(sa)— menunjukkan kemampuan kuat dalam memenuhi komitmen jangka panjang, meski tetap sensitif terhadap dinamika makroekonomi.
Fokus Keberlanjutan dan Tata Kelola
Dalam menghadapi dinamika global, PalmCo menekankan pentingnya tata kelola perusahaan yang baik dan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
BACA JUGA:PTPN IV Regional 4 Jambi-Sumbar Gelar Gerakan Pangan Murah di Tebo, Sediakan 2 Ton Beras SPHP
“Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan kami membawa dampak positif, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga lingkungan dan sosial. Kepercayaan pasar dan dukungan dari induk perusahaan adalah modal besar bagi kami ke depan,”* ujar Jatmiko.
Dengan peringkat yang kini lebih solid dan prospek yang stabil, PalmCo dipandang memiliki landasan kuat untuk terus berkembang di tengah tantangan industri. Langkah kehati-hatian yang dikombinasikan dengan inovasi dan efisiensi menjadi kunci bagi perusahaan untuk mempertahankan kinerja yang sehat dan berdampak maksimal. (*)