BATANG HARI, JAMBIEKSPRES.CO.ID- Dalam Rangkaian Peringatan HUT RI ke 80 Tahun DPRD Kabupaten Batang Hari pada pagi Jumat (15/8/25) gelar Rapat Paripurna Istimewa Dalam Rangka mendengarkan Pidato Kenegaraan
Tampak Suasana di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Batang Hari berlangsung dengan khidmat saat mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto
BACA JUGA:BBM Pertalite Turun, Bukan Rp10.000/Liter, Harga Asli Pertalite Jadi Segini Kamis 21 Agustus 2025
turut hadir memenuhi kursi ruang rapat gedung wakil rakyat Seluruh anggota DPRD, Kepala OPD , Frokomfinda, Forkomfinca ,TP- PKK serta pimpinan dari lembaga vertikal,Tokoh Masyarakat serta tamu undangan lainnya.
BACA JUGA:OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita 21 Kendaraan
Tampak kursi bagian barisan depan Ketua DPRD Rahmad Hasrofi, Wakil Ketua 1 DPRD Elfirsta Nopsiamti, AR. S, Wakil Ketua DPRD 2 dr. Muhammad Firdaus,Sekwan DPRD Batang Hari M.Ali ,Bupati Batang Hari Mhd.Fadhil Arief dan Wakil Bupati H.Bahktiar.Kemudian juga Hadir Sejumlah Anggota DPRD Batan Hari,
Rapat Paripurna Istimewa tersebut dipimpin langsung Ketua DPRD Batang Hari didampingin Wakil Ketua DPRD dan Sekertaris DPRD Kabupaten Batang Hari .
BACA JUGA:Spanyol-Portugal Dilanda Amukan Api, 82 Ribu Hektare Hutan Ludes
Ketua DPRD Rahmad Hasrofi, pada rapat ini menyampaikan pada hari ini merupakan menjadi bagian penting dari agenda kenegaraan.
Seluruh peserta yang hadir ini menyimak secara langsung Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto yang disiarkan serentak dari Gedung Nusantara, Jakarta.
BACA JUGA:Terjaring OTT KPK, Segini Harta Kekayaan Wamenaker Immanuel Ebenezer
Dalam pidatonya yang mengangkat tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan dan gotong royong sebagai kunci kemajuan. Ia memaparkan berbagai capaian program prioritas lebih kurang 300 hari pemerintahan, mulai dari makan bergizi gratis di sekolah, layanan kesehatan gratis, pembangunan rumah sakit daerah, penuntasan TBC, renovasi sekolah, hingga dukungan bagi UMKM.
BACA JUGA:BREAKING NEWS: KPK OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer
Presiden juga merinci arah kebijakan anggaran 2026, dengan alokasi Rp164,4 triliun untuk ketahanan pangan, Rp402,4 triliun untuk ketahanan energi, dan Rp757,8 triliun untuk pendidikan—yang menjadi investasi utama mencetak SDM unggul. Ia menegaskan target 100 persen energi terbarukan dalam 10 tahun ke depan sebagai bagian dari visi keberlanjutan nasional.
"Dari penyampaian presiden momentum 17 agustus ini merupakan momen penting dalam perjuangan Bangsa Indonesia untuk berdiri di atas kaki sendiri setelah menyatakan kemerdekaan,indonesia merebut kedaulatan melalui pertempuran senjata dan diplomasi hingga akhirnya merdeka pada tahun 1945,dan sejak itulah para pendahulu dari presiden pertama hingga ketujuh bekerja keras membangun Bangsa yang adil dan makmur.