“Lalu lintas adalah urat nadi kehidupan, karena saat beraktivitas sehari-hari, kita melakukan pergerakan dan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain. Tak hanya itu, lalu lintas juga adalah cermin budaya bangsa dan menjadi tolok ukur kemajuan suatu negara atau suatu daerah. Sayangnya, banyak ketidaktertiban berlalu lintas yang mengancam keselamatan masyarakat saat beraktivitas,” jelasnya, menekankan pentingnya tugas yang diemban oleh para Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas.
Pada kegiatan ini, para siswa dibekali dengan pemahaman tentang larangan berkendara di bawah umur, pentingnya mematuhi rambu lalu lintas, serta cara mengenali dan menghadapi perundungan. Mereka juga diberikan pin khusus sebagai simbol keikutsertaan dan komitmen sebagai Duta Informasi Keselamatan Lalu Lintas.
Kegiatan ini selaras dengan program kerja Jasa Raharja dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals - SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, kehidupan yang sehat dan sejahtera, serta komunitas yang aman dan inklusif.
Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat posisi Jasa Raharja sebagai BUMN yang aktif dalam membangun budaya keselamatan dan kesejahteraan sosial.
Dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, Jasa Raharja berharap bahwa para peserta dapat menjadi perpanjangan tangan dalam menyebarkan nilai-nilai keselamatan dan anti-perundungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(*)