KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Warga Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Desak Perbaikan Jembatan

Warga Lima Desa Tanjung Pauh Mudik Desak Perbaikan Jembatan

Warga Tanjung Pauh Mudik saat angkut padi melewati jembatan yang kondisinya mulai rusak.-Ist-

KERINCI, JAMBIEKSPRES.CO.IDWarga di lima desa wilayah Tanjung Pauh Mudik, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, mendesak perbaikan segera terhadap jembatan yang menjadi akses utama aktivitas harian masyarakat dan petani. Kondisi jembatan yang memprihatinkan membuat para pengojek padi harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari demi mengangkut hasil panen.

BACA JUGA:Berkah Madani Farm Perkuat Ketahanan Pangan dan Ekonomi Masyarakat

Jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi bagi warga dan petani di Desa Tanjung Pauh Mudik. Setiap hari, sepeda motor yang telah dimodifikasi untuk membawa karung-karung gabah melintas di atas konstruksi yang diduga terancam ambruk.

BACA JUGA:Sembako Subsidi Rp75 Ribu Sasar Warga PKH

Dari pantauan di lokasi, terlihat tumpukan tanah, kayu, dan sampah menyumbat di sekitar tiang penyangga jembatan. Material yang menumpuk tepat di bawah konstruksi itu menghambat aliran air dan berpotensi menggerus pondasi. 

Jika debit air meningkat, tekanan terhadap struktur jembatan dikhawatirkan akan semakin besar dan mempercepat kerusakan.

Padahal, pekan lalu normalisasi telah dilakukan. Namun warga menilai pembersihan belum maksimal, terutama di bagian krusial sekitar tiang jembatan yang masih dipenuhi endapan material.

“Satu-satunya jalan kami ya lewat sini. Mau tidak mau harus berani,” ujar salah seorang pengojek padi saat ditemui di lokasi.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jika jembatan tersebut rusak atau putus, distribusi hasil pertanian dipastikan lumpuh. Jalur alternatif yang tersedia dinilai terlalu jauh dan tidak efisien untuk mengangkut hasil panen dalam jumlah besar.

Warga Tanjung Pauh Kerinci, Ega angkat bicara dan meminta pembangunan jembatan dipercepat.

“ini menyangkut keselamatan masyarakat dan nasib petani. Jembatan ini urat nadi ekonomi petani di lima desa. Jangan tunggu sampai ambruk dan memakan korban. Harus ada tindakan cepat dan tanggung jawab yang jelas,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera turun tangan melakukan pembersihan total material di sekitar tiang jembatan serta pengecekan kekuatan konstruksi. Jika dibiarkan, ancaman kerusakan bukan lagi sekadar kekhawatiran, melainkan potensi bencana yang bisa berdampak pada keselamatan dan perekonomian masyarakat setempat. (Hdp) 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: