Disergap di Tempat Umum Saipul Jamil Berterimakasih kepada Polisi

Minggu 07-01-2024,11:19 WIB
Reporter : Dona Piscesika
Editor : Dona Piscesika

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Pedangdut Saipul Jamil dalam beberapa hari ini viral karena videonya saat disergap polisi tersebar di sosial media.

Dalam video itu terlihat Saipul Jamil menangis histeris karena tiba-tiba dikejar dan digertak polisi berpakaian preman di tempat umum.

Bahkan videonya saat ketakutan dan menangis, sempat menimbulkan persepsi negatif dari masyarakat.

Kronologi Penyergapan Saipul Jamil

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes M Syahduddi dalam jumpa pers yang dilakukan di Polsek Tambora, Sabtu (6/1/2024) mengatakan, penyergapan itu bermula dari transaksi narkoba yang dilakukan asisten Saipul Jamil bernama Steven.

Asisten sekaligus sopir Saipul Jamil itu, bertransaski di Kedaung Kali Angke pada Jumat sore 5 Januari 2023. Aktivitas dilakukan Steven saat Saipul Jamil sedang sholat dzuhur.

Masih menurut Syahdudi, saat menunggu Saipul Jamil sholat itulah, Steven melakukan transaksi jual beli narkoba, dan Saipul Jamil tak mengetahuinya.

Setelah itu, Saipul Jamil dan Steven berangkat, kemudian dikejar oleh pihak kepolisian.

Saat sampai di Jalan Daan Mogot, polisi yang berpakaian bebas tidak menggunakan seragam, langsung menyergap Steven dan juga Saipul Jamil.

Saat itulah Saipul Jamil nangis kejer dan shock. Ia sempat mengira dirinya dirampok. Ketika petugas menjelaskan bahwa mereka adalah petugas, Saipul Jamil masih tak percaya lalu sempat minta dibawakan ke kantor polisi.

Seperti terlihat di video yang viral, kata Syahdudi terdengar jelas Saipul berteriak mengatakan ia akan dibegal atau dirampok. Endingnya, penyergapan yang dramatis itu beredar luas di sosial media.

Terakhir, setelah dilakukan pemeriksaan, Saipul Jamil juga terbukti negatif narkoba.

Saipul Jamil Berterimakasih ke Polisi

Dalam jumpa persnya Polsek Tambora, Sabtu 6 Januari 2024, Saipul Jamil menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bersentuhan apalagi menggunakan narkoba.

Makanya saat disergap, ia kaget dan langsung berpikir itu pasti perampokan.

Saipul Jamil mengatakan, seumur hidup belum pernah ada narkoba masuk ke tubuhnya karena ia memang tak mengerti dan tak mau terlibat dengan barang haram itu.

Atas kejadian ini, Saipul Jamil mengucapkan terimakasih kepada pihak kepolisian karena telah mengungkap keterlibatan asistennya Steven.

"Justru dengan kejadian seperti ini, saya bersyukur ternyata orang terdekat saya ada terindikasi narkoba. Tadinya saya enggak tahu. Jadi saya sangat berterima kasih sekali kepada Polres Jakarta Barat dan Polsek Tambora, tadinya saya enggak percaya asisten saya dia pemakai narkoba," lanjutnya lagi,

Saipul Jamil memang belum begitu mengenal asistennya itu karena baru bekerja satu tahun terakhir.

Steven melamar secara resmi menjadi managernya, saat bekerja ia juga terampil dan kinerjanya baik, makanya Saipul Jamil tak ada pemilkiran kalau Steven adalah orang yang hidup dalam lingkaran narkoba.

IKata Saipul, ini akan jadi pengalaman baginya agar lebih hati-hati lagi dalam mencari partner kerja. "Alhamdulillah atas izin Allah, saya siap mendukung kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas narkoba yang ada di Indonesia," tegasnya lagi, (*)


Kategori :