Kakak Beradik yang Nekat Seberangi Selat Sunda Akhirnya Ketemu Orang Tuanya di Lampung

Senin 30-05-2022,05:57 WIB
Editor : novantosetya

LAMPUNG SELATAN, JAMBIEKSPRES.CO.ID - Kakak beradik Reihan dan Imam yang nekat menyeberangi selat sunda demi menemui orang tuanya di Lampung Selatan akhirnya terbalaskan.

Berkat bantuan  anggota KSKP Bakauheni, Reihan dan Imam berhasil menemui orantuanya di Desa Way Hui, Lampung Selatan.

Sejak berpisah ribuan kilometer dengan orang tuanya, t ak bisa disembunyikan, kedua bocah itu pun menahan tangis, pertemuan diselimuti rasa haru.  Reihan dan Imam memeluk erat sang ibu dan keluarganya yang sudah lama terpisahkan.

Pertemuan Reihan dan Imam dengan keluarganya berkat kepedulian Anggota dari KSKP Bakauheni. Di tengah kesibukan, mereka rela mengantarkan kedua bocah ini sampai ke pelukan ibu dan keluarga tercintanya.  

 

Kakak beradik ini terpisahkan dengan keluarga karena dititipkan di Pondok Pesantren El Rabani, yang berada di Rangkas Bitung, Serang, Banten. 

Kepala KSKP Bakauheni AKP Ridho Rafika melalui anggotanya Bripda Putra Saka menjelaskan, seusai viralnya video kedua kakak beradik itu kabur dari Ponpes tempat mereka menimba ilmu, pihaknya pun langsung mencari keberadaan kediaman keduanya.

 

“Jadi setelah kita dapati mereka ini ingin pulang kerumahnya, kita langsung menanyakan keberadaan atau kediamannya mereka untuk segera diantarkan,” katanya, Minggu 29 Mei 2022.

Pihaknya juga meminta bantuan dan berkoordinasi kepada pihak berwajib lainnya. Tujuannya untuk mencari kontak kediaman orang tua kedua anakn tersebut. “Setelah kita dapat info dan bisa menghubungi kedua orang tuanya, kita langsung mengantarkannya,” kata dia.

Sesampai di kediaman kedua bocah tersebut, langsung diterima oleh neneknya. Karena kedua orang tuanya sedang bekerja. “Ya pastinya untuk neneknya merasa sangat berterimakasih dan terharu,” ungkapnya.

 

Untuk diketahui, dikarenakan kangen orang tua di rumah, kedua kakak beradik yang menimbah ilmu di Pondok Pesantren El Barani, Rangkas Bitung, Serang, Banten, nekat kabur untuk bertemu dengan orang tuanya.

Hal itu terpantau dari postingan media sosial Facebook Kepala KSKP Pelabuhan Bakauheni AKP Ridho Rafika, Sabtu 28 Mei malam. Dimana dalam keterangan di video yang juga di unggah oleh Ridho Rafika di akun TikToknya itu, kedua bocah itu mengakui bahwa rumah mereka di Way Hui, Lamsel.

Di dalam video itu, salah satu petugas kepolisian dari KSKP Bakauheni menanyakan kediaman kedua bocah itu. “Rumah nya dimana,” kata petugas.

 

Lalu dijawab oleh salah satu anak di Way Huwi. “Di Way Huwi. Dekat Polsek. Nama Kampungnya Way Huwi. Kalau tempat sekolahnya di Campang Raya,” katanya.

Lalu ditanya lagi oleh petugas, bahwa kedua bocah itu Pondok dimana. “Kamu orang ini dimana mondoknya. Nama kamu siapa. Nama orang tua mu,” tanya petugas.

 

“Di Serang. Nama saya Reihan. Nama orang tua saya Dede,” jawabnya. Lalu petugas pun bertanya lagi ke anak satunya identitas nama dirinya. “Kalau kamu namanya siapa,” tanya petugas lagi.

“Nama saya Imam. Kami dari Rangkas Bitung. Enggak mau mondok lagi. Dinakalin,” tutur bocah tersebut dengan nada polosnya. (disway)

Kategori :