Bailout Century Tanpa Koordinasi KPK

Kamis 13-09-2012,00:00 WIB

JAKARTA - Keterangan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar kepada tim pengawas (timwas) kasus Bank Century tidak memberi harapan lebih atas informasi tambahan atas proses bailout senilai Rp 6,7 triliun. Meski begitu, Antasari memastikan bahwa KPK di era kepemimpinannya tidak pernah diberitahu ataupun dikonsultasikan atas kebijakan gelontoran dana yang diduga merugikan keuangan negara itu.

  \"Kami hanya diberitahu terkait (rencana pengucuran dana) Bank Indover, sementara Century saya ketika itu baru ingin mencari tahu,\" ujar Antasari dalam keterangannya kepada timwas Bank Century di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.

  Antasari tiba di gedung DPR sekitar pukul 09.30 WIB. Antasari tiba dengan mobil tahanan, didampingi oleh istrinya Ida Laksmiwati. Sejumlah kuasa hukum Antasari juga tampak mendampingi terpidana kasus kasus pembunuhan Bos PT Putra Rajawali Banjaran Nasruddin Zulkarnaen itu.

  Kedatangan Antasari untuk memberikan keterangan kepada timwas adalah terkait permintaan informasi atas pertemuan yang membahas penyelamatan Indonesia atas krisis dunia di Istana Negara pada 9 Oktober 2008 silam. Kedatangan Antasari di timwas Century untuk pertama kalinya menyedot perhatian banyak pihak.

  Menurut Antasari, dirinya pada awalnya mengira pidato Presiden SBY yang membantah pertemuan pada 9 Oktober silam tidak membahas terkait bailout sudah cukup menjadi dasar. Namun, ternyata undangan kepada timwas itu hadir. \"Undangan ini terkait pernyataan apa yang saya sampaikan di hari pernikahan anak saya beberapa waktu lalu,\" ujar Antasari.

  Seperti halnya disampaikan SBY, Antasari menyayangkan komentar yang dia sampaikan itu tidak dilihat secara utuh. Menurut dia, dalam pertanyaan yang disampaikan kepada dirinya terkait Century, di era kepemimpinnannya KPK secara teknis tidak mengetahui kasus tersebut. \"Namun dalam rangka penyelamatan ekonomi saya terlibat,\" ujarnya.

  Antasari menegaskan, tidak ada satu katapun yang menyebut Century dan bailout dalam pertemuan itu. Presiden SBY menyatakan dalam pertemuan itu bahwa jika nanti terjadi krisis, maka harus ada tindakan meski tindakan itu belum memiliki landasan hukum. \"Saya menyampaikan pandangan dalam konteks sebagai pimpinan KPK,\" ujarnya.

  Antasari menyebut, dalam pertemuan itu dirinya menyatakan bahwa KPK mendukung langkah yang akan diambil pemerintah dalam mengatasi krisis. Namun, apablik ada oknum yang menyalahgunakan langkah atau kebijakan itu, KPK akan melakukan tindakan.

  \"Saya menyampaikan bahwa hilang penegakan hukum, jika kepentingan umum terlayani. Namun jika kebijakan disimpangkan, bisa dipidana,\" ujarnya. Disepakati dalam pertemuan itu, bahwa setiap kebijakan yang diambil dalam penyertaan krisis, akan selalu dikonsultasikan dan dikoordinasikan.

  Seminggu setelah pertemuan itu, ujar Antasari, Boediono yang ketika itu menjabat sebagai Gubernur BI datang menemuinya di kantor KPK. Antasari menduga pertemuan itu adalah terkait upaya penyelamatan krisis sebagaimana pertemuan di Istana Negara. Dari tiga hal yang disampaikan Boediono kepada dirinya, salah satunya adalah terkait rencana BI untuk memberikan bantuan kepada Bank Indover.

  \"Pak Boediono menyampaikan bahwa BI akan menyuntik Indover sebesar Rp 4,7 triliun,\" sebutnya.

  Antasari kemudian mempertanyakan kebijakan itu. Menurut mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan itu, Bank Indover sudah bermasalah sejak dirinya berkarir di Kejaksaan. Antasari menyarankan agar BI mempertimbangkan ulang bantuan itu.

  \"Sambil guyon, saya bilang kalau Indover diselamatkan seperti mengisi ember bocor, saya sarankan diamputasi saja,\" ujar Antasari. Boediono menyampaikan bahwa ketika itu DPR sudah setuju, meski kemudian pada perkembangannya bantuan kepada Indover itu dibatalkan.

  Hingga bulan April 2009, Indover kemudian jatuh. Antasari menyatakan, dirinya kemudian mengetahui bahwa ada kegiatan seperti Indover yang dilakukan kepada Bank Century. Mengetahui hal itu, Antasari menilai KPK selama ini tidak pernah mendapat informasi ataupun konsultasi terkait bantuan kepada Century. \"Kepada Indover dikonsultasikan, Century ini tidak,\" ujarnya.

  Dengan maksud meminta informasi, Antasari kemudian mencoba meminta informasi langsung kepada Boediono. Namun, saat berada di BI, Antasari yang diterima mantan Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah menyatakan bahwa Gubernur BI tengah berada di luar negeri.

Tags :
Kategori :

Terkait