KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Jelang Ramadhan, PalmCo Genjot Produksi CPO dan Minyak Goreng

 Jelang Ramadhan, PalmCo Genjot Produksi CPO dan Minyak Goreng

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa--

JAKARTA, JAMBIEKSPRES.CO.ID-Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Holding Perkebunan PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo memastikan kesiapan pasokan minyak goreng nasional.

Perusahaan menyatakan telah menyiapkan langkah dari hulu hingga hilir untuk menjaga stabilisasi harga di tengah tren peningkatan konsumsi masyarakat.

BACA JUGA:99 Persen CPO PTPN IV PalmCo Terserap Dalam Negeri, Sertifikasi Tetap Dikejar

Direktur Utama PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan lonjakan permintaan minyak goreng menjelang Ramadhan dan Idul Fitri bukanlah pola baru. Karena itu, manajemen mengklaim telah memetakan kebutuhan pasar sejak awal tahun.

BACA JUGA:Harmoni Miniatur Indonesia, Mengelola 70 Ribu Tenaga Kerja Multikultur Jadi Kunci Produktivitas PTPN IV Palmco

“Kami memahami tren permintaan selalu meningkat jauh sebelum Ramadhan. Karena itu, skenario peningkatan produksi sudah dirancang dan dieksekusi sejak awal tahun. Stok bahan baku aman untuk memenuhi kebutuhan domestik,” ujar Jatmiko di Jakarta, pekan ini.

Data perusahaan menunjukkan, realisasi produksi Crude Palm Oil (CPO) pada Januari 2026 menembus lebih dari 200.000 ton, melampaui target bulanan yang telah ditetapkan. Untuk periode Maret hingga April—puncak konsumsi rumah tangga—PalmCo menargetkan kenaikan produksi lebih dari 10,5 persen menjadi sekitar 225.940 ton CPO pada April.

BACA JUGA:Mudik Gratis Lebaran 2026, PalmCo Sediakan 1.000 Lebih Kursi

Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi potensi gejolak harga di pasar. Sejumlah pengamat menilai, stabilitas pasokan menjadi faktor kunci meredam kenaikan harga minyak goreng yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Fokus Hilir pada Minyak Kita

Di sektor hilir, strategi serupa dijalankan anak usaha PalmCo, PT Industri Nabati Lestari (INL). Perusahaan ini meningkatkan target produksi minyak goreng ritel pada Maret menjadi sekitar 4,2 juta liter dan dinaikkan lagi sekitar 7,6 persen menjadi lebih dari 4,55 juta liter pada April 2026.

BACA JUGA:Olah Limbah 17 PKS, PTPN IV PalmCo dan PT Renikola Bangun 16 Pabrik Biomethane Serap Ribuan Tenaga Kerja

Pelaksana Tugas Direktur INL Darwin Hasibuan menyebutkan, seluruh kapasitas produksi saat ini difokuskan pada merek minyak goreng program pemerintah, yakni Minyak Kita.

“Untuk sementara, produksi beberapa merek komersial internal kami ditunda. Seluruh jalur distribusi dan kapasitas produksi kami dedikasikan penuh untuk Minyak Kita agar pasokan di pasar melimpah,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: