BPOM Minta Panitia Kurban Pake Plastik Bening

Kamis 25-10-2012,00:00 WIB

JAMBI – Untuk menjaga kualitas daging segar yang akan dibagikan kepada Masyrakat, maka, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi meminta agar panitia penyembelih hewan qurban dan pembagian daging hewan qurban untuk menggunakan plastik bening sebagai pembungkus.

“Kalo pake plastik warna hitam atau warna lainnya yang merupakan hasil daur ulang sampah plastik. Ditakutkan kualitas daging akan tercemar dengan kandungan bahan kimia di plastik itu,” kata Kepala BPOM Provinsi Jambi, Irwansyah, baru-baru ini.

Kekhawatiran itu dikarenakan sejauh ini tidak diketahui kebersihan dalam proses daur ulang pembuatan sampah yang menjadi bahan utama plastik pembungkus tersebut. Apalagi plastik yang hitam atau berwarna lainnya hasil daur ulang itu cenderung lebih bau apek.

“Kita takut bau apeknya akan menular ke daging segar yang dibagikan,” tandasnya.

Irwansyah juga menuturkan jika kondisi daging kurban yang masih basah dan tidak dilapisi pembungkus lainnya ketika bercampur dengan plastik hasil daur ulang.

Dikuatirkan akan memicu reaksi kimia yang akan mempengaruhi kualitas daging hewan kurban. Sehingga bisa memicu persoalan kesehatan yang bisa menganggu kesehatan manusia.

“Kalau nantinya ada reaksi kimia dengan daging yang bersifat basah. Tentu daging itu menjadi tidak layak dikonsumsi,” ujarnya.

Hanya saja, dia tidak membuat surat edaran terkait hal itu. Namun, sifatnya lebih kepada himbauan sehingga masyarakat khususnya para panitia penyembelihan dan pembagian daging hewan kurban bisa mengetahui dan menggunakan plastik bening ketika membungkus daging.

“Kita hanya menghimbau untuk kebaikan masyarakat saja. Karena penggunaan plastik hitam atau warna lainnya sebenarnya masih bisa jika untuk bahan makanan yang bersifat kering ataupun setelah dilapisi plastik bening,” tandas Irmansyah.

(fth)

Tags :
Kategori :

Terkait