KOPI AAA
MITSUBISHI JANUARI 2026

Bupati M. Syukur Sebut Pers Pilar Demokrasi dan Pengawas Kebijakan yang Objektif

Bupati M. Syukur Sebut Pers Pilar Demokrasi dan Pengawas Kebijakan yang Objektif

Bupati M. Syukur Sebut Pers Pilar Demokrasi dan Pengawas Kebijakan yang Objektif--

BANGKO, JAMBIEKSPRES.CO.ID – Bupati Merangin, M. Syukur menegaskan bahwa insan pers memiliki peran yang krusial sebagai salah satu pilar demokrasi yang menjaga keseimbangan roda pemerintahan.

Hal ini disampaikannya dalam acara Buka Puasa Bersama Insan Pers Kabupaten Merangin yang berlangsung hangat di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu (04/03).

BACA JUGA:Sentil OPD, Bupati M. Syukur: Jangan Copy-Paste Anggaran, Dengarkan Suara Masyarakat

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kadis Kominfo Ahmad Khoiruddin beserta jajaran, Plt Kadis DPMPTSP Agus Salim Idris dan Kabag Umum Setda Merangin, Ari Aniko.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menyatakan bahwa pemerintah membutuhkan masukan dan kritik membangun dari media agar pembangunan daerah tetap sasaran.

BACA JUGA:Dugaan Korupsi Pengadaan Jasa Outsourching, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Jadi Tersangka Tunggal

"Tanpa media, jalannya roda pemerintahan juga tidak akan seimbang. Kita sama-sama berjuang untuk pembangunan daerah tapi dengan cara yang berbeda. Saya berjuang melalui birokrasi dan anggaran, rekan-rekan melalui karya jurnalistik. Media adalah bagian dari pengawasan sekaligus dorongan bagi kami untuk memperbaiki kinerja," ujar Bupati.

Meski demikian, Bupati M. Syukur juga menitipkan pesan agar insan pers tetap mengedepankan prinsip Tabayyun (klarifikasi) sebelum mempublikasikan informasi, sesuai dengan kode etik jurnalistik.

BACA JUGA:Peduli Masyarakat, Bumdesma Lkd Teras Mandiri Kecamatan Muara Bulian Salurkan Bansos Gratis

"Harapan saya, cek dulu kebenarannya sesuai aturan atau tidak. Jangan langsung menghujat tanpa dasar. Jika informasi yang disampaikan akurat, masyarakat akan percaya dan semangat membacanya," tambahnya dengan nada akrab.

Di hadapan awak media, Bupati secara transparan memaparkan tantangan fiskal yang dihadapi Kabupaten Merangin. Ia mengungkapkan adanya pemotongan anggaran yang signifikan sejak ia menjabat.

"Tahun 2025 saja ada pemotongan hampir Rp150 miliar, dan di 2026 ini sekitar Rp240 miliar. Belanja pegawai kita sudah mencapai 60%, padahal standarnya 30%. Dengan 11.000 pegawai (PNS dan P3K), ruang gerak fiskal kita sempit, namun kita tetap berupaya kreatif agar pembangunan tetap berjalan," jelasnya.

BACA JUGA:Hujan dan Angin Kencang Picu Gangguan, Listrik di Kenali Asam Berulang Kali Padam

Disisi lain, Isu lingkungan masih menjadi sorotan utama. Bupati meminta bantuan media untuk mengedukasi masyarakat terkait penanganan sampah. Ia menyayangkan masih rendahnya kesadaran lingkungan, bahkan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait