Uang Infaq Masjid Rp 18 Juta Dirampok

Jumat 09-11-2012,00:00 WIB

Korban Nyaris Ditembak

MUARA BUNGO - Aksi perampokan menggunakan sejata api (senpi), terjadi sekitar pukul 02.49 WIB, Kamis (07/11) dini hari kemarin, di Jalan Randu, Dusun Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Bungo.

Pelaku berjumlah empat orang berhasil membawa kabur uang tunai Rp28 juta, yang Rp18 juta diataranya merupakan uang infaq masjid. Korban juga nyaris ditembak, karena lari saat perampok beraksi.

Yanto, anak menatu di rumah itu mengatakan, pelaku diduga masuk dengan memanjat pagar samping rumah. Kemudian menggedor jendela kamarnya menggunakan kayu besar.

“Dua kali digedornya, kemudian dua orang langsung masuk ke kamar saya. Saat itu dalam kamar saya bersama istri dan anak,” katanya, yang juga diiyakan istrinya Helmiati.

Katanya, mulanya dua orang pelaku masuk, yang satu memakai tutup muka batas hidung ke bawah dan satunya memakai jaket hitam dengan paras hitam manis. Mereka kemudian memaksa Yanto menunjukan tempat uang, namun di kamar ini hanya berhasil didapatkan dua handphon dan satu Laptop Merk Toshiba.

“Ia kemudian menyekap saya dengan mengikat tangan ke kebelakang. Saya kemudian ditelungkupkan ke kasur. Sementara istri saya saat itu menutup muka dengan bantal karena takut melihat pelaku.

Pelaku yang saat itu menggunakan senpi laras panjang dan pendek, kemudian pergi ke kamar orangtuanya, M Azhari (47). Ternyata, M Azhari bersama istri dan dua anaknya, begitu mendengar Yanto teriak maling, ia langsung lari ke kamar di tingakat dua. Di kamar Azhari yang pertama, pelaku berhasil membawa uang Rp18 juta hasil infaq masjid, kemudian Rp10 juta dalam kotak dan Rp500 ribu dalam dompet.

“Dalam dompet itu juga ada surat-surat berharga. Juga ada beberapa barang-barang yang tidak begitu berharga dan sejumlah rokok yang diambil dari warung, kemudian dibawa pelaku,” kata Azhari.

Pelaku yang mengetahui korban lari ke kamar atas ini, kemudian mengeluarkan tembakan dari arah luar. Tembakan itu mengenai bagian beranda rumah yang terbuat dari beton. Diduga pelaku menggunakan senpi jenis gobok atau rakitan, sebab pelurunya seperti menyebar pada titik bidikan.

Azhari yang sudah sangat ketakutan, kemudian meloncat ke samping rumah dengan melewati pagar setinggi dua meter. Ia kemudian langsung lari ke rumah tetangga, dengan jarak sekitar 100 meter. Pelaku yang mengetahui, kemudian langsung mengejar korban dengan membawa sejata laras panjang. Beruntung korban tidak ditembak, yang saat itu masih berada di luar rumah tetangganya itu.

“Pelaku yang datang ini berjumlah dua orang, satu berbadan gemuk pendek dan satunya kurus pendek,” kata Azhari.

Berselang beberapa saat kemudian, pelaku langsung kabur menggunakan dua motor kearah Kuamang Kuning, Kecamatan Pelepat Ilir. Korban kemudian menghubungi tentangga dan menelpon Polisi. Tim Satu Buser Polres Bungo langsung turun ke lokasi dan mengejar korban, namun tidak berhasil ditemukan.

Tim dua Buser yang dipimpim Brigadir Nainggolan juga turun ke lokasi dan memeriksa lokasi dan berhasil ditemukan satu senter yang diduga milik pelaku, tidak jauh dari kamar Yanto.

Kasat Reskrim Polres Bungo AKP Ricardo Codrat Yusuf mengatakan, berdasarkan identifikasi di lapangan, pelaku diduga merupakan orang lama yang merupakan pemain local. Hal ini juga diperkuat korban yang mengatakan pelaku menggunakan logat bahasa daerah atau Bahasa Jambi.

Tags :
Kategori :

Terkait